Intelijen Amerika Serikat Ingatkan Trump: Teheran Tekan Washington Jaga Harga Energi Global Tetap Tinggi

Selat Hormuz (MarineTraffic X)
Selat Hormuz (MarineTraffic X)
0 Komentar

Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya mengatakan Trump “yakin bahwa selat itu akan segera terbuka” dan menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengatur lalu lintas di jalur tersebut setelah perang berakhir. Namun pejabat itu juga mencatat bahwa Trump menyatakan negara lain “memiliki kepentingan yang jauh lebih besar untuk mencegah hasil ini” dibandingkan Amerika Serikat. CIA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Adapun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggunakan berbagai taktik untuk membuat pelayaran komersial melalui Selat Hormuz terlalu berbahaya atau tidak dapat diasuransikan sejak Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan perang pada 28 Februari.

Mulai dari menyerang kapal sipil, menebar ranjau laut, hingga menuntut biaya lewat, Iran secara efektif memblokir lalu lintas melalui selat tersebut. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun dan memicu kekurangan bahan bakar di negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas Teluk.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Kenaikan biaya energi juga berisiko memicu inflasi di AS, menjadi beban politik bagi Trump yang menghadapi angka jajak pendapat buruk dan Partai Republik bersiap menghadapi pemilihan kongres paruh waktu pada November.

Menurut tiga sumber yang mengetahui laporan intelijen tersebut, Iran tidak mungkin menyerahkan keuntungan ini dalam waktu dekat.

“Sudah pasti bahwa sekarang Iran telah merasakan kekuatan dan pengaruhnya atas selat tersebut, mereka tidak akan segera melepaskannya,” kata salah satu sumber.

0 Komentar