Apa Sebab Pesawat Tempur Canggih Amerika Serikat Rontok?

Jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS
Jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS
0 Komentar

MILITER Iran mengeklaim keberhasilan mereka merontokkan sejumlah pesawat tempur canggih Amerika Serikat (AS) di wilayah udara mereka. Sementara pakar militer menduga jenis rudal ini yang bisa menjatuhkan jet tempur F-15E AS saat dalam kondisi terbang rendah.

Brigadir Jenderal Alireza Elhami menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari modernisasi sistem pertahanan udara dan perubahan taktik tempur yang inovatif.

Komandan Komando Pertahanan Udara Nasional Iran tersebut menegaskan bahwa pihaknya menggunakan metode penyergapan modern untuk memburu jet tempur generasi kelima dan drone canggih.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Penerapan taktik yang tepat dan penggunaan peralatan buatan dalam negeri telah membingungkan musuh,” ujar Elhami melalui kantor berita Tasnim, Sabtu (4/4/2026).

Laporan dari media AS pada Jumat (3/4/2026) mengonfirmasi bahwa sebuah jet tempur multiperan F-15E Strike Eagle jatuh di wilayah Iran. Dalam insiden tersebut, dua awak berhasil melontarkan diri; satu pilot berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian intensif.

Ketegangan meningkat saat Iran juga melaporkan telah menembak jatuh pesawat serang A-10 Thunderbolt II milik AS. Pesawat tersebut tengah memberikan dukungan udara bagi operasi pencarian pilot F-15E sebelum akhirnya terkena serangan pertahanan udara Teheran.

Berdasarkan data internal, Elhami mengeklaim pasukan Iran telah menghancurkan puluhan rudal jelajah dan lebih dari 160 unit UAV. Termasuk di antaranya adalah drone bunuh diri LUCAS buatan AS dan drone Hermes tercanggih milik Israel.

Hingga saat ini, Komando Pusat AS (Centcom) belum memberikan komentar resmi terkait rentetan kerugian alutsista tersebut. Namun, majalah Air & Space Forces melaporkan adanya kerusakan parah pada satu unit F-35A akibat hantaman rudal yang membuat pesawat tersebut tidak bisa beroperasi dalam waktu dekat.

Behnam Ben Taleblu, direktur senior dari Foundation for Defense of Democracy (FDD), menilai meskipun AS memiliki superioritas udara, mereka tetap tidak kebal terhadap ancaman darat. Ia menduga pesawat-pesawat AS terbang lebih rendah dari biasanya, sehingga masuk dalam jangkauan serangan mematikan.

Pakar militer tersebut mensinyalir jet F-15E kemungkinan besar ditembak jatuh menggunakan rudal pertahanan udara portabel (manpads). Senjata jarak pendek yang ditembakkan dari bahu ini dikenal sangat sulit dideteksi oleh sistem peringatan dini pesawat tempur modern.

0 Komentar