Sederet Fakta Seputar Protes No Kings Donald Trump, Salah Satu Demo Terbesar di Amerika Serikat

Aksi protes No Kings di Santa Barbara pada 28 Maret 2026. (Ingrid Bostrom)
Aksi protes No Kings di Santa Barbara pada 28 Maret 2026. (Ingrid Bostrom)
0 Komentar

Dalam sejarah AS, unjuk rasa selama satu hari yang diikuti massa aksi terbesar terjadi pada 1970. Kala itu, sekitar 20 juta orang berpartisipasi dalam protes terkait lingkungan hidup.

Bukan Unjuk Rasa Partai

Meskipun Trump memiliki oposisi berupa Partai Demokrat, namun para pengunjuk rasa yang turun ke jalan pada Sabtu belum tentu jadi simpatisan partai tersebut.

Unjuk rasa pada Sabtu dilangsungkan tanpa partai sebagai yang mengorganisir. Demonstrasi anti-Trump dilaporkan memiliki infrastrukturnya sendiri.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Alih-alih partai, unjuk rasa ini banyak dimotori koalisi serikat pekerja, aktivis progresif, dan kelompok hak sipil. Selain itu, demonstrasi ini juga disponsori oleh sejumlah organisasi mapan seperti Public Citizen, MoveOn, dan Human Rights Campaign hingga Indivisible dan 50501 yang tergolong baru.

No Kings protest juga telah menarik perhatian kaum progresif yang menganggap Demokrat sebagai partai yang terlalu moderat. Demonstrasi ini juga menunjukkan gelombang pemilih independen yang meningkat dan sebagian darinya adalah mereka yang kecewa dengan dwi-partai AS.

Pesan Protes Bervariasi

Demonstrasi yang meluas di AS pada Sabtu lalu juga membawa pesan protes yang bervariasi. Namun, semuanya terkait dengan kebijakan Trump selama menjalani periode kepresidenan keduanya.

Sebagian besar para pengunjuk rasa dilaporkan turun ke jalan karena ketidaksepakatan dengan kebijakan Perang Iran-AS. Penolakan terhadap agen federal (ICE) juga disuarakan para pengunjuk rasa.

Di banyak tempat, skandal Jeffrey Epstein juga turut disuarakan, bersama pesan dukungan terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia. Selain itu, muncul pula seruan penangkapan untuk Trump dan para pejabat pemerintahannya yang lain.

Bendera Palestina juga dikibarkan para pengunjuk rasa. Bendera ini terlihat, salah satunya, dalam unjuk rasa di Washington DC.

Terjadi di Tengah Persiapan Pemilu DPR Paruh Waktu

Demonstrasi No Kings berlangsung ketika para anggota DPR AS mulai mempersiapkan pemilu paruh waktu pada November mendatang. Hal ini berpotensi mengubah arah hasil pemilu legislatif itu.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Dalam periode kepresidenan perdana Trump sebelumnya, unjuk rasa yang terjadi jelang pemilu paruh waktu pada 2017 turut berkontribusi pada hasil pemilu 2018 yang dimenangkan Demokrat.

0 Komentar