KEMENTERIAN Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa angkatan udaranya berhasil menembak jatuh dua jet tempur Su-24 milik Iran. Ini merupakan pesawat berawak pertama milik Iran yang diketahui hancur dalam pertempuran sejak konflik pecah pekan lalu.
Sejauh ini, sebagian besar pesawat pengebom Iran telah dihancurkan di darat melalui serangan udara awal yang dirancang untuk melumpuhkan kemampuan pertahanan Teheran. Meski Iran sempat menyerang berbagai target di kawasan dengan gelombang drone dan rudal balistik, mereka tercatat belum pernah mencoba serangan menggunakan senjata yang diluncurkan dari pesawat udara hingga insiden ini terjadi.
Ketegangan semakin meningkat setelah serangan drone menghantam fasilitas QatarEnergy di Ras Laffan. Insiden ini memaksa perusahaan untuk menghentikan produksi gas alam cair (LNG) di lokasi tersebut, yang seketika memicu lonjakan harga gas di pasar Eropa.
Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza
Pihak Qatar tidak merinci jenis senjata yang dibawa oleh kedua Su-24 tersebut. Namun, berdasarkan data dari International Institute of Strategic Studies (IISS), Iran diketahui mengoperasikan rudal jelajah dengan kemampuan yang belum teridentifikasi secara pasti. Nasib dua awak di masing-masing pesawat tersebut hingga kini belum diumumkan.
Su-24 merupakan pesawat tempur supersonik era Uni Soviet yang mampu mengangkut hingga 17.000 pon senjata. Data IISS menunjukkan bahwa Iran hanya memiliki 29 unit yang operasional sebelum perang dimulai. Sejauh ini, diklaim belum ada satu pun pesawat tempur Iran yang berhasil menjatuhkan pesawat milik AS maupun Israel dalam konflik ini.
“Israel dan AS memegang kendali supremasi udara,” ujar Sascha Bruchmann dari IISS. “Hingga saat ini, baik AS maupun Israel tidak mengalami kerugian signifikan yang dapat memengaruhi tekad atau kemampuan mereka untuk melanjutkan kampanye militer melawan Iran.”
Namun, di tengah dominasi tersebut, dilaporkan tiga jet tempur AS jatuh setelah secara tidak sengaja ditembak oleh pertahanan udara Kuwait. Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat.
Pemerintah Qatar juga menambahkan bahwa sistem pertahanan mereka telah berhasil mencegat tujuh rudal balistik dan lima unit drone.
