Dmitry Medvedev: Trump Picu Perang Dunia III dengan Operasi Penggulingan 'Rezim' Negara Lain

Wakil ketua dewan keamanan Rusia, Dmitry Medvedev
Wakil ketua dewan keamanan Rusia, Dmitry Medvedev
0 Komentar

MANTAN Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat memicu Perang Dunia III dengan operasi penggulingan ‘rezim’ terhadap negara lain.

Dalam sebuah wawancara dengan TASS yang diterbitkan pada Senin, Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, ditanya apakah Perang Dunia III telah dimulai

“Secara teknis, tidak, tetapi jika Trump melanjutkan tindakan gilanya dalam perubahan rezim kriminal, itu pasti akan dimulai. Dan peristiwa apa pun bisa menjadi pemicunya. Apa pun,” katanya.

Baca Juga:Anwar Ibrahim Kecam Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Timur Tengah di Ambang Ketidakstabilan SeriusSurat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari Gaza

Menurutnya, serangan terhadap Iran adalah bagian dari perang yang lebih luas oleh AS dan sekutunya untuk mempertahankan dominasi global.

Medvedev memandang Trump telah melakukan ‘kesalahan besar’ dengan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pembunuhan itu menempatkan semua warga Amerika dalam risiko.

“Setelah kematiannya, tidak diragukan lagi bahwa Iran akan melipatgandakan upayanya untuk mengembangkan senjata nuklir,” kata Medvedev.

Ketika ditanya apakah Iran mampu bertahan menghadapi konflik dan kematian para pemimpinnya? ia tak menampik biaya pembangunan kembali akan besar. Namun ia yakin Republik Islam akan berhasil.

“Hal itu membutuhkan konsolidasi sosial yang tinggi. Dan Amerika telah menyediakan konsolidasi ini,” katanya.

Ketika ditanya apakah Rusia berisiko diserang di tengah negosiasi suatu hari nanti seperti yang dialami Iran? Medvedev menjawab bahwa hanya ada satu jaminan hal itu tidak akan terjadi. “AS takut pada Rusia dan mengetahui biaya konflik nuklir.”

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan, negaranya siap terlibat dalam perang jangka panjang. Pernyataan tersebut dia tujukan langsung kepada Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang jangka panjang,” tulis Larijani lewat akun X pribadinya, Senin (2/3/2026).

Dia menekankan, negaranya tak memulai perang yang kini tengah berlangsung. Oleh sebab itu Iran siap membela diri dengan sengit apapun konsekuensinya. “(Iran) akan membuat musuh-musuhnya menyesal atas miskalkulasi mereka,” ujar Larijani.

Pernyataan Larijani muncul saat Iran masih melancarkan serangan balasan terhadap AS dan Israel. Pada Sabtu (28/2/2026) pekan lalu, AS dan Israel diketahui melancarkan serangan udara gabungan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan mereka turut membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

0 Komentar