POLISI mengungkap fakta baru terkait pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Ditemukan bahan peledak berkekuatan rendah atau low explosive di Tempat Kejadian Perkara (TKP) 1 dan 2 serta di rumah pelaku yang kini berstatus anak yang berkonflik dengan hukum.
Hal itu menurut hasil olah TKP oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. “Dari olah TKP yang kami laksanakan di TKP 1, 2, dan rumah anak yang berkonflik, didapatkan hasil di TKP 1 terdapat residu bahan peledak dengan kekuatan rendah low explosive,” jelas Kabid Balistik Metalurgi Forensik (Balmetfor) Mabes Polri Kombes Pol Ari Kurniawan Jati pada Selasa (11/11).
Ia juga menambahkan bahwa pada TKP 2, bahan peledak yang ditemukan adalah bom yang belum meledak dan juga termasuk dalam kategori low explosive. Penjelasan lebih lanjut menunjukkan bahwa bahan peledak dengan karakteristik serupa juga terdeteksi di rumah anak yang terlibat dalam kasus hukum.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
“Dengan kata lain, bahan di TKP 1 masjid, TKP 2 samping bank sampah, itu ada kesesuaian dengan bahan yang ditemukan di rumah anak berkonflik dengan hukum. Hasil itu kami rangkum dan simpulkan ke penyidik,” ucapnya.
Terduga Pelaku Bertindak Sendiri
Irjen Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa pelaku yang diduga bertanggung jawab atas ledakan di SMAN 72 Jakarta adalah seorang siswa yang masih aktif. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Selasa, 11 November 2025.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, pelaku melakukan aksi tersebut secara mandiri di lingkungan sekolah. “Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, anak yang berkonflik dengan hukum yang disingkat ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri,” kata Asep.
Selain itu, Asep juga menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan teror manapun. “Dan (terduga pelaku) tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu,” ungkap Asep.
Dengan demikian, pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan semua fakta dan mengungkap latar belakang dari tindakan tersebut. Penegasan ini penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa situasi di sekolah tersebut sedang ditangani dengan serius dan profesional.
