Sengketa Perbatasan: Indikasi Kesiapan Militer Kamboja, Thailand SIap 'Operasi Tingkat Tinggi'

Tentara Kamboja bersiap di perbatasan dengan Thailand seusai baku tembak yang menewaskan salah satu pasukannya
Tentara Kamboja bersiap di perbatasan dengan Thailand seusai baku tembak yang menewaskan salah satu pasukannya. (X.com @trip_to_valkiri)
0 Komentar

Partai keluarga miliarder Shinawatra memiliki sejarah yang bermasalah dengan militer Thailand, yang dua kali menggulingkan pemerintahannya pada kudeta 2006 dan 2014.

Setelah pertemuan keamanan pada Jumat, kepala angkatan bersenjata Thailand Songwit Noonpackdee mengatakan militer mendukung pendekatan pemerintah untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.

Menteri Pertahanan Phumtham Wechayachai mengatakan bahwa dalam pertemuan pada Kamis dengan mitranya dari Kamboja, Thia Saya, mereka membahas cara menghindari kekerasan dan bertindak hati-hati.

Baca Juga:Sekjen DPR Sebut Terima Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran: Kami Teruskan ke PimpinanKetua Koperasi Al- Azariyah dan Pengawas Operasional Tersangka Insiden Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda

Ia mengusulkan agar kedua pihak kembali ke posisi yang telah disepakati sebelumnya pada 2024.

Bentrokan mematikan antara Kamboja dan Thailand terakhir kali meletus pada 2011 atas Preah Vihear, kuil berusia 900 tahun yang menjadi pusat pertikaian selama puluhan tahun dan memicu sentimen nasionalis di kedua belah pihak.

Mahkamah Internasional (ICJ) pada 2013 memutuskan mendukung Kamboja dalam mengklarifikasi keputusan pada 1962 yang memberikan yurisdiksi atas kuil tersebut.

Kamboja mengatakan pekan ini akan merujuk sengketa atas empat bagian perbatasan ke ICJ dan telah meminta Thailand untuk bekerja sama. Thailand mengatakan tidak mengakui yurisdiksi pengadilan tersebut.

0 Komentar