Kesepakatan mineral yang sebelumnya akan dilakukan antara Trump dan Zelensky, tidak jadi ditandatangani. Konferensi pers bersama yang awalnya direncanakan antara Trump dan Zelensky juga dibatalkan.
Perselisihan itu juga merusak upaya para pemimpin Eropa untuk meyakinkan Trump agar memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina meskipun dia menolak untuk menempatkan tentara AS di tanah Ukraina untuk menjaga perdamaian.
Jaminan seperti itu dianggap penting untuk mencegah agresi Rusia di masa depan. Trump malah mengancam untuk menarik dukungan AS dari Ukraina.
Baca Juga:Di Balik Tradisi Angpao di Tahun Baru ImlekKasus yang Bikin AKBP Bintoro Terseret Dugaan Pemerasan Nilai Miliaran Rupiah Terhadap Tersangka Pembunuhan
“Anda akan membuat kesepakatan, atau kami keluar, dan jika kami keluar, Anda akan terus berperang. Saya rasa itu tidak akan menyenangkan,” kata Trump kepada Zelensky.
Mengutip laporan NPR, sejumlah pemimpin negara Eropa nampak memberikan dukungan kepada Zelensky. Pemimpin Prancis dan Inggris—yang masing-masing telah mengunjungi Gedung Putih minggu ini—menelepon Zelensky untuk meyakinkannya tentang dukungan penuh Eropa.
“Ada agresor, yaitu Rusia, dan ada rakyat yang telah menderita agresi, yaitu Ukraina,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan. Ia mendesak semua pihak untuk menghormati mereka yang berjuang untuk “kemerdekaan mereka, untuk anak-anak mereka, dan untuk keamanan Eropa.”
“Kami akan meningkatkan dukungan kami untuk Ukraina,” tulis kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas di X. “Hari ini, menjadi jelas bahwa dunia bebas membutuhkan pemimpin baru. Kami, orang Eropa, harus menghadapi tantangan ini.”
Kecaman terhadap Trump juga datang dari dalam negeri AS. Politisi Partai Demokrat yang juga Senator Maryland, Chris Van Hollen, menyebut insiden yang terjadi di Gedung Putih itu memalukan.
“Apa yang kita saksikan di Ruang Oval hari ini sungguh sangat memalukan. Trump dan Vance mengkritik Zelensky—memperlihatkan kebohongan dan disinformasi yang akan membuat Putin tersipu malu—ini adalah aib bagi Amerika dan pengkhianatan terhadap sekutu-sekutu kita. Mereka sedang merayakan dengan sampanye di Kremlin,” ujar Senator Maryland Chris Van Hollen, sepeti dikutip AFP, Jumat (28/2/2025).
Sementara itu, Partai Republik AS menganggap apa yang dilakukan Trump sudah tepat. Sejumlah politisi Republik seperti Ketua DPR AS Mike Johnson, Senator South Carolina Lindsey Graham, hingga Menteri Luar Negeri Marco Rubio mendukung langkah Trump.
