“Intinya sekarang, timah susah didapatkan dan harganya juga tidak stabil. Bagi masyarakat yang lebih penting mereka itu mencari untuk makan, tidak ada lagi misalnya berpikiran belanja ini belanja itu, yang mereka pikirkan itu perut sekarang. Yang paling parah pada saat timah tidak laku, ya mereka mendapatkan timah tetapi tidak bisa dijual” ungkapnya.
Kegiatan ekspor timah yang ditiadakan di Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Januari, Februari, Juli, dan Agustus juga berpengaruh pada indeks tingkat kemiskinan disana. Harga timah yang tidak stabil membuat perekonomian masyarakat sana menjadi tidak stabil juga.
Berdasarkan data yang ada di dalam Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur persentase jumlah penduduk miskin yang ada di Belitung Timur berada di angka yang stabil hingga bulan ini. Stabil yang dimaksud adalah tidak ada perubahan atau penurunan yang signifikan hingga bulan September ini, hanya menurun dari angka 8,89 ribu jiwa pada tahun 2023 menjadi 8,50 ribu jiwa. Artinya hanya ada penurunan di angka 49 untuk jumlah penduduk miskin yang ada di daerah tersebut.
Baca Juga:Song Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar SuratPernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju Washington
Langkah upaya strategis untuk meningkatkan dan menghidupkan lagi perekonomian masyarakat, pemerintah mengalihkan pusat pencaharian sebagian masyarakat ke bidang-bidang lainnya yang memiliki potensi-potensi untuk bisa dikembangkan. Hal itu dilakukan pemerintah untuk mengajak masyarakat agar tidak tenggelam dalam keterpurukan atas kasus yang berakibat musibah bagi para penambang,
“Tindakan dan kebijakan pemerintah saat ini, tidak bisa mengambil langkah banyak. Kita mengetahui yang namanya mayoritas penambang harus mencarikan pekerjaan yang lebih baik. Misalnya kita rubah ke arah pertanian, UMKM kita tingkatkan, tetapi itu membutuhkan waktu karena tidak sesimpel yang kita pikirkan. Berbeda dengan timah, kalau timah kita dapat dan dijual kalau laku bisa langsung dapat duit. Jika di bidang pertanian, membutuhkan waktu untuk menanam dulu, menunggu hasil panen dulu, iya kalau cuaca baik kalau cuara buruk ya hasil panen bisa buruk juga. Kita harus memberikan pemahaman itu ke masyarakat supaya tidak terlalu fokus ke tambang supaya kita ada perubahan yang lain” pungkas pria 24 tahun ini.
