Hasil Kajian Tim Lab Meteorologi Terapan ITB: Pusaran Angin di Rancaekek Disebut Tornado

Hasil Kajian Tim Lab Meteorologi Terapan ITB: Pusaran Angin di Rancaekek Disebut Tornado
Tornado Rancaekek (Twitter)
0 Komentar

Disinggung soal tornado di Rancaekek yang pertama di Indonesia, Nurjanna Joko Trilaksono menjelaskan, berkaca melalui fenomena yang terjadi dari cumulonimbus, ini bukan hal yang langka.

“Kita bisa yakin dan bilang bahwa itu bukan yang pertama,” ucapnya, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (3/3).

Menurut dia, BMKG mempunyai cara lain untuk mendefinisikan puting beliung atau tornado berdasarkan kekuatannya. “Kalau kita mendefinisikan tornado berdasarkan proses fisisnya. BMKG melihat dari aspek kekuatannya yang tidak besar, maka dimasukkan ke dalam kategori puting beliung, meski puting beliung adalah small tornado,” tuturnya.

Baca Juga:Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan Terpilih Kedua KaliKPU Tanggapi Soal Kabar Adanya Intervensi Istana Loloskan Partai Solidaritas Indonesia ke Senayan

“Hal yang ingin saya highlight adalah mau tornado atau puting beliung, daripada meributkan itu, lebih baik melihat apa yang menjadi dampak dari awan cumulonimbus ini. Meski kadang seringnya kecil, tetapi bisa juga menjadi besar dan merusak apa yang ada di permukaan. Lebih baik terus belajar, sehingga kita tahu apakah objek cumulonimbus ini bisa menghasilkan bencana dan dampak yang besar atau tidak,” imbuhnya (*)

0 Komentar