8 Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi Terminal III Bandara Soekarno-Hatta
Ilustrasi: Terminal III Bandara Soekarno-Hatta
0 Komentar

TOTAL ada delapan bandara ditutup sementara akibat abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9). Penutupan dilakukan pada waktu yang berbeda dan dijadwalkan berlangsung hingga sore hari.

Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo mengatakan delapan bandara yang terdampak penutupan sementara yakni:

  • Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ditutup pukul 02.08 hingga 17.30 WIB.
  • Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) ditutup pukul 07.20 hingga 18.00 WIB.
  • Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) ditutup mulai pukul 04.18 hingga 14.00 WIB.
  • Bandara Husein Sastranegara (BDO) ditutup pukul 12.07 hingga 16.00 WIB.
  • Bandara Budiarto Curug (RTO) ditutup pukul 06.48 hingga 17.30 WIB.
  • Bandara Pondok Cabe (PCB) ditutup pukul 10.05 hingga 14.00 WIB.
  • Bandara Taufik Kiemas (TFY) ditutup pukul 11.30 hingga 15.00 WIB.
  • Bandara Atung Bungsu (PXA) ditutup pukul 13.34 hingga 17.00 WIB.

Khusus Bandara Radin Inten II, penutupan berpotensi diperpanjang meski jadwal awal berakhir pada pukul 14.00 WIB.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

“Masih akan diperpanjang, karena abu vulkanik teramati positif,” kata Achadi saat ditanya mengenai kemungkinan Bandara Radin Inten II kembali beroperasi pada pukul 14.00 WIB.

Status operasional tersebut merupakan pembaruan per 6 September 2026 pukul 13.56 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pendaratan maskapai yang terdampak penutupan bandara-bandara tersebut.

Tiga bandara alternatif yang disiapkan yakni Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah; dan Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

0 Komentar