Arnold mengatakan korban baru sekitar tiga bulan bekerja di Armenia. Sebelum itu, Valenth sempat bekerja di Filipina dan Madagaskar sebelum berangkat ke Armenia pada April 2026.
“Dia di Armenia baru tiga bulan. Sebelumnya sempat di Filipina, terus di Madagaskar dua bulan, lalu pulang ke Makassar bulan Maret. Satu bulan di sini, lalu bulan April dia berangkat ke Armenia,” ungkap Arnold.
Saat ini keluarga masih berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi jenazah dan proses pemulangannya ke Indonesia. Keluarga berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
