Teheran menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan pelepasan aset-asetnya yang dibekukan, diperkirakan senilai US$ 12 miliar (Rp 214 triliun), sebelum terlibat dalam pembicaraan substantif tentang program nuklirnya.
Iran juga menolak komentar Trump sebelumnya yang menyebut pasokan uranium yang diperkaya akan dihancurkan, yang disebut sebagai klaim “tidak berdasar”.
