Keuskupan Agung Merauke Kritik Film Pesta Babi, Dinilai Hanya Sesuai Sudut Pandang Sutradara

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.(Foto: tangkapan layar/media sosial/X)
Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.(Foto: tangkapan layar/media sosial/X)
0 Komentar

Lebih lanjut, Uskup Mandagi justru mengaku sedih dengan berita tentang Keuskupan Agung Merauke di dalam film itu. Terlebih, dia menilai orang-orang yang tampil dalam film tersebut tidak mengetahui bagaimana perjuangan Keuskupan Agung Merauke dalam merawat Papua Selatan.

“Saya memang merasa sedih, terlebih orang-orang ini yang barangkali cuma tahu dari orang-orang lain tentang Papua Selatan, khususnya tentang Keuskupan Agung Merauke. Tapi orang-orang ini yang dipercaya, padahal kami yang tinggal di sini yang bergulat dengan perjuangan memanusiakan orang Papua atau pastor-pastor yang kasihan mereka tinggal di sungai-sungai atau tinggal di tempat-tempat yang sulit. Kenapa mereka tidak diminta apa diminta memberikan pandangan tentang perusakan hutan di Papua? Kenapa mereka tidak diminta?” papar Uskup Mandagi.

Justru, Uskup Mandagi menganggap bahwa para pihak yang tampil di film ‘Pesta Babi’ sengaja ditentukan oleh sutradara dan penyandang dana film tersebut.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

“Jadi ada apa-apa, cuma diminta ke orang-orang yang setuju, sealiran dengan sutradara, dan juga sealiran dengan pemberi dana. Barangkali itu cuma isu, pemberi dana,” katanya.

0 Komentar