Fakta Mengejutkan Penembak Dekat Gedung Putih: Mengaku Yesus hingga Ancam Trump

Nasire Best
Nasire Best
0 Komentar

Melalui akun media sosial Truth Social miliknya, Trump langsung merespons dan memberikan penghormatan tinggi kepada aparat yang bertugas menjaga nyawanya.

“Terima kasih kepada Secret Service dan penegak hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga di negara kita,” puji Trump.

Langganan RS Jiwa dan Kecaman Bipartisan

Insiden maut ini sejatinya merupakan akumulasi dari rentetan gangguan keamanan yang diciptakan oleh Best. Sebulan sebelum penangkapan di Juli 2025, tepatnya pada Juni 2025, Best juga sempat berurusan dengan Secret Service lantaran sengaja menghalangi jalur masuk utama di Gedung Putih.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Akibat ulahnya yang terus berulang dan perilakunya yang tidak stabil, otoritas keamanan kala itu langsung membawanya ke rumah sakit jiwa secara paksa guna mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini, FBI dan otoritas terkait masih terus mendalami apakah aksi penembakan brutal akhir pekan kemarin murni didorong oleh gangguan kejiwaan atau ada motif politik tersembunyi di baliknya. Menyikapi teror di jantung pemerintahan ini, para pemimpin dari Partai Demokrat maupun Republik kompak menyuarakan kecaman keras.

0 Komentar