Prabowo Kumpulkan Tokoh Ekonomi Era SBY di Istana, Ada Apa?

Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa).
Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa).
0 Komentar

PRESIDEN RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat aktif dan mantan pejabat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas berbagai isu ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Pertemuan tersebut membicarakan penguatan ketahanan ekonomi, stabilitas sektor keuangan, hingga langkah menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menyoroti sejumlah agenda strategis yang dinilai penting untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Fokus pada Stabilitas Keuangan dan Penguatan Perbankan

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Salah satu topik utama yang dibahas adalah penguatan fundamental ekonomi nasional melalui stabilitas sektor keuangan.

Pemerintah menekankan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan perbankan, penerapan prinsip kehati-hatian atau prudential banking, serta peningkatan koordinasi antarotoritas ekonomi dan keuangan.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, mempercepat berbagai pembenahan struktural, serta memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global,” tulis keterangan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, dikutip Sabtu (23/5).

Percepat Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Selain sektor keuangan, pembahasan Prabowo dengan sejumlah pejabat juga menyinggung percepatan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).

Kebijakan itu dinilai penting untuk memperkuat cadangan devisa nasional sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari gejolak eksternal.

Tata Kelola Ekspor SDA Jadi Sorotan

Pertemuan itu juga membahas pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam melalui BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab

Pemerintah menilai pembenahan tersebut diperlukan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari sumber daya alam dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.Upaya itu disebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperbaiki struktur ekonomi nasional.

Hadirkan Menteri hingga Eks Pejabat Era SBY

Pertemuan ekonomi di Istana itu turut dihadiri sejumlah pejabat kabinet dan mantan pejabat pemerintahan sebelumnya.

Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

0 Komentar