Mengapa Czechoslovak Group Viral di X? Ini Penjelasannya

Halaman LinkedIn Norman Joesoef mengatakan bahwa dia menghadiri sebuah perguruan tinggi di Praha dari tahun 20
Halaman LinkedIn Norman Joesoef mengatakan bahwa dia menghadiri sebuah perguruan tinggi di Praha dari tahun 2009 hingga 2012 — tumpang tindih dengan karir Michal Strnad di CSG yang dimulai pada tahun 2010. (Sumber: LinkedIn)
0 Komentar

HUNTERBROOK, perusahaan media-lembaga investasi hibrida melaporkan bahwa Czechoslovak Group, perusahaan induk industri-teknologi pertahanan asal Ceko baru-baru ini mengumumkan kontrak senilai miliaran dolar dengan pelanggan asal “Asia Tenggara” yang tidak disebutkan namanya.

Laporan tersebut menyita perhatian warganet di platform X lantaran sebagian besar dari transaksi tersebut diduga dilakukan hanya dengan satu pihak, Indonesia.

Ini lantaran Indonesia kerap disebut secara eksplisit oleh CSG dalam laporan-laporan resminya. Total kesepakatan yang diumumkan CSG dengan Indonesia sejak rencana IPO, misalnya, disebut bisa mencapai 2,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp49,46 triliun (asumsi kurs Rp17.666 per dolar AS).

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Angka tersebut hampir setara dengan seperlima dari total simpanan pesanan (backlog) CSG tahun lalu, yang mengindikasikan bahwa portofolio pesanan CSG mungkin tidak seberagam yang terlihat.

Tak hanya itu, Hunterbrook juga menduga bahwa hampir seluruh bisnis CGS di Indonesia mengalir perantara saja: Republikorp, perusahaan pedagang senjata swasta asal Indonesia. CSG tidak memiliki anak perusahaan manufaktur, kantor, ataupun karyawan yang terdaftar di Indonesia.

“Pendiri Republikorp, Norman Joesoef, merupakan anak dari mantan Duta Besar Indonesia untuk Slovakia. Ia awalnya ditunjuk sebagai CEO Czechoslovak Group Indonesia pada tahun 2018, meski referensi mengenai nama entitas tersebut kini telah dihapus,” tulis Hunterbrook dalam laporannya, dikutip Kamis (21/5/2026).

Profil Czechoslovak Group

Perlu diketahui, Czechoslovak Group atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan Excalibur Group merupakan perusahaan induk industri-teknologi pertahanan asal Ceko. Berkantor pusat di Praha, CSG beroperasi di beberapa sektor termasuk industri pertahanan, kedirgantaraan, amunisi, otomotif, dan kereta api.

Czechoslovak Group terdaftar secara publik di bursa Euronext Amsterdam dengan kode CGS.AS. Aksi korporasi Czechoslovak Group ini mencatatkan sejarah pada awal 2026 sebagai IPO industri pertahanan terbesar di dunia.

Perusahaan yang kini dipimpin oleh Michael Strnad itu hingga kini memiliki lebih dari 100 anak perusahaan. Pasca IPO, valuasi pasar Czechoslovak Group diperkirakan tumbuh masif, dengan proyeksi pendapatan tahunan menembus angka miliaran euro.

Sementara itu, di periode 2025-2026, perusahaan konglomerasi ini berhasil mengantongi total pesanan masif mencapai sekitar 15-17 miliar euro. Ini memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang sangat kuat bagi perusahaan. Adapun, mayoritas pendapatan CSG berasal dari pasar Eropa (termasuk pasokan ke Ukraina dan negara-negara NATO), disusul oleh Amerika Serikat dan kawasan Asia-Pasifik.

0 Komentar