Seorang diplomat yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan lebih dari 100 negara anggota PBB telah berkomitmen untuk menjadi sponsor bersama rancangan tersebut.
Resolusi revisi yang diusulkan tidak secara eksplisit mengacu pada Bab VII Piagam PBB, yang mengizinkan tindakan penegakan militer. Namun, para analis mengatakan beberapa ketentuan masih dapat meletakkan dasar untuk tindakan paksaan di masa mendatang.
Rancangan tersebut menetapkan tindakan Iran merupakan “ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional” dan memperingatkan bahwa dewan dapat mempertimbangkan sanksi di kemudian hari jika terjadi ketidakpatuhan.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Resolusi itu juga menuntut agar Iran mengungkapkan jumlah dan lokasi ranjau laut yang ditanam di dalam dan sekitar Selat Hormuz dan menahan diri dari menghalangi operasi pembersihan ranjau internasional.
