TIM gabungan pencarian dan penyelamatan (SAR) terus berupaya mengevakuasi dua warga negara asing yang terdeteksi berada hanya 20–30 meter dari bibir kawah Gunung Dukono, pascaerupsi dahsyat yang terjadi. Satu pendaki warga negara Indonesia hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Pencarian hari kedua ini diwarnai dengan kondisi medan ekstrem dan aktivitas vulkanik yang masih tergolong tinggi. Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Henjte M.L. Hetharia, menyatakan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama mengingat ancaman erupsi susulan yang tak dapat diprediksi.
“Tim harus bergerak hati-hati dengan mematuhi rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api Dukono. Posisi dua WNA yang sangat dekat dengan kawah membutuhkan strategi evakuasi matang,” ujar Hetharia di lokasi operasi, Sabtu. (9/5).
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Berdasarkan hasil penyisiran Jumat (8/5), kedua WNA sempat terdeteksi, namun proses evakuasi belum dapat dilakukan. Sementara itu, satu WNI yang ikut dalam rombongan pendaki masih dalam pencarian intensif.
Erupsi Sepanjang Hari
Pos PGA Dukono melaporkan rentetan erupsi sejak dini hari hingga siang. Pada pukul 01.57 WIT, lava pijar terlontar dari kawah. Kemudian pukul 06.10 WIT, kolom abu menyembur setinggi 3.000 meter mengarah ke utara. Tiga erupsi berikutnya terjadi pada pukul 07.31, 09.12, dan 11.07 WIT dengan tinggi kolom abu bervariasi antara 900 hingga 2.000 meter.
Gunung berstatus Level II (Waspada) ini telah memiliki radius bahaya 4 kilometer dari kawah aktif sejak Desember 2024. Aktivitas kegempaan didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar, menandakan erupsi masih berlangsung intensif.
