Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek Resmi Jadi Kereta Api Anggrek, Simak Sejarahnya

Pengumuman resmi dari KAI atas perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek, Selasa (5/5/2026). Fot
Pengumuman resmi dari KAI atas perubahan nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek, Selasa (5/5/2026). Foto: Instagram @kai121_
0 Komentar

Dalam prosesnya, Perumka (cikal bakal KAI) bersama PT INKA dan Balai Yasa Manggarai mengembangkan sarana kereta dengan teknologi yang lebih maju, termasuk tempat duduk ergonomis, pintu elektrik, dan sistem suspensi modern yang terinspirasi dari sistem kereta cepat dunia seperti Shinkansen dan TGV.

Sebelum lahirnya Argo Bromo Anggrek, sempat dioperasikan KA Argo Bromo JS950 pada tahun 1995 yang kemudian dihentikan pada awal 2000-an dan dialihkan ke layanan lain seperti KA Bima akibat kebijakan rasionalisasi operasional.

Seiring waktu, KA Argo Bromo Anggrek mengalami berbagai perkembangan signifikan, mulai dari peningkatan fasilitas hingga modernisasi rangkaian. Pada awal 2000-an, kereta ini sempat mengalami berbagai insiden operasional dan kendala teknis yang berkaitan dengan bogie K9 yang sensitif terhadap kondisi rel, sehingga dilakukan perbaikan dan re-engineering oleh INKA.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Modernisasi besar kembali dilakukan pada dekade 2010-an dengan peningkatan interior, sistem pintu, serta penambahan kelas layanan seperti Luxury dan kemudian Compartment Suite yang diperkenalkan pada 2025.

Selain itu, sejak 2019 kereta ini mulai menggunakan rangkaian stainless steel generasi baru buatan INKA, menjadikannya salah satu layanan premium di lintas utara Jawa.

Dalam operasionalnya, KA Argo Bromo Anggrek melayani rute utama stasiun Gambir–Cirebon–Semarang Tawang–Surabaya Pasarturi dengan waktu tempuh sekitar 7 jam 45 menit setelah berbagai peningkatan kecepatan dan pengurangan pemberhentian.

Kereta ini juga mengalami sejumlah perubahan pola operasi, termasuk penghapusan beberapa pemberhentian untuk mempercepat waktu tempuh serta peningkatan kecepatan maksimum hingga 120 km/jam.

Namun demikian, perjalanan panjangnya juga diwarnai berbagai insiden seperti tabrakan, anjlokan, dan kecelakaan.

Pada 27 April 2026 pukul 20.57 WIB di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, ketika rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi terlibat tabrakan dengan Commuter Line Cikarang. Peristiwa ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka.

Kejadian lain terjadi beberapa hari setelahnya, yakni pada 1 Mei 2026 pukul 02.52 WIB di perlintasan sebidang tanpa rambu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Dalam kejadian ini, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju arah Surabaya menabrak sebuah minibus Toyota Avanza yang mengangkut rombongan pengantar jemaah haji. Benturan keras menyebabkan kendaraan ringsek parah dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia di tempat, sedangkan lima lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

0 Komentar