Namun, pihak Iran melalui lembaga penyiaran negara, IRIB, membantah keras klaim AS tersebut. Mengutip sumber militer tingkat tinggi, Iran menegaskan bahwa pernyataan AS mengenai penenggelaman kapal militer Iran adalah kebohongan.
Ketegangan di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa tidak ada kapal komersial atau tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa jam terakhir. Mereka menyebut klaim AS mengenai adanya tanker yang berhasil melintas sebagai narasi yang “tidak berdasar dan sepenuhnya dibuat-buat.”
IRGC memperingatkan bahwa setiap pergerakan maritim yang melanggar prinsip-prinsip pasukan angkatan laut Garda Revolusi akan menghadapi risiko serius, dan kapal yang melanggar akan dihentikan dengan paksa.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Sementara itu, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan bahwa sebuah kapal fregat Angkatan Laut AS menjadi sasaran dua rudal setelah mengabaikan peringatan berulang dari pasukan Iran. Kapal tersebut dilaporkan mencoba melintasi Selat Hormuz di dekat pelabuhan Jask dan dituding “melanggar keamanan lalu lintas serta navigasi”.
Serangan rudal tersebut dilaporkan memaksa kapal AS untuk berhenti dan menarik diri dari wilayah perairan tersebut.
