PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Langkah pembentukan Satgas Mitigasi PHK ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata pemerintah terhadap para pekerja di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Pengumuman tersebut disampaikan Presiden dalam peringatan Hari BuruhInternasional (May Day 2026) yang dipusatkan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5).
“Saya sudah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh,” tegas Presiden Prabowo di hadapan massa buruh.
Komitmen Perlindungan Pekerja
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Presiden memastikan bahwa pemerintah akan berdiri di pihak buruh, terutama bagi mereka yang menghadapi ancaman kehilangan mata pencaharian. Ia menegaskan bahwa Satgas Mitigasi PHK ini akan segera direalisasikan dalam waktu singkat untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat produktif.
“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh. Yang terancam PHK, kita akan membela dan melindungi,” ujar Presiden.
Selain mitigasi PHK, Prabowo juga menyatakan kesiapan negara untuk mengambil langkah ekstrem jika terdapat perusahaan strategis yang tidak mampu bertahan akibat krisis. Ia menegaskan kekuatan negara dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
“Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir, negara kita kuat. Negara akan mengambil alih dan membela rakyat Indonesia,” katanya menambahkan.
Optimisme Ekonomi dan Kemandirian EnergiMeski kondisi global tengah menghadapi krisis, Presiden menilai posisi Indonesia saat ini masih relatif aman. Dalam pidatonya, ia juga memaparkan visi mengenai kemandirian energi nasional yang ditargetkan tercapai dalam waktu dekat.
Pemerintah optimistis dapat memastikan swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi nasional guna memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri. Hal ini diharapkan berdampak positif pada stabilitas industri sehingga mampu meminimalisir potensi PHK massal.
Menutup orasinya, Presiden Prabowo memberikan suntikan semangat kepada seluruh elemen pekerja untuk terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
“Selamat berjuang, selamat bekerja. Hidup buruh, hidup rakyat,” pungkasnya.
