Prabowo Komitmen Perluas Layanan Penitipan Anak Buruh, Akses Hunian dan Fasilitas Pekerja

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. (Dok. YouT
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. (Dok. YouTube Setpres)
0 Komentar

PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto berkomitmen untuk memperluas akses layanan penitipan anak (daycare) bagi para buruh dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di seluruh Indonesia.

Janji tersebut disampaikan Presiden Prabowo di hadapan sekitar 200.000 pekerja yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day 2026), Jumat (1/5).

“Saya baru saja mendapat masukan bahwa para buruh membutuhkan pusat penitipan anak (daycare), dan itu adalah saran yang sangat baik. Kami akan berupaya mengabulkan permintaan ini sesegera mungkin,” ujar Presiden Prabowo menanggapi aspirasi yang disampaikan para pemimpin serikat buruh.

Integrasi Hunian Layak dan Fasilitas Sosial

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Selain fasilitas daycare, Presiden juga mengaitkan kesejahteraan pekerja dengan akses hunian. Ia menyoroti proyek pembangunan satu juta unit rumah terjangkau yang saat ini tengah berjalan untuk masyarakat luas.

“Rumah-rumah ini akan disesuaikan dengan saran kalian dan dibangun dalam klaster-klaster di dekat kawasan industri agar lebih mudah diakses,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengumumkan rencana pengembangan kota-kota baru yang dirancang secara vertikal. Setiap kota baru tersebut diharapkan mampu menampung 100.000 unit hunian vertikal yang dilengkapi dengan fasilitas esensial, antara lain sekolah dan rumah sakit, sarana olahraga, pusat penitipan anak (daycare), dan transportasi publik terintegrasi (kereta api dan bus) untuk memudahkan mobilitas pekerja.

Dilema Pekerja Berkeluarga

Dalam aksi May Day tersebut, Ketua Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, memaparkan dilema nyata yang dihadapi oleh buruh yang sudah berkeluarga. Banyak pekerja terpaksa memilih antara menitipkan anak kepada kerabat atau mengundurkan diri dari pekerjaan karena ketiadaan fasilitas pengasuhan yang memadai.

“Kami berharap negara merespons dengan membangun pusat-pusat penitipan anak di kawasan industri atau pemukiman buruh, agar anak-anak dapat hidup layak dan tumbuh secara optimal,” ungkap Ilhamsyah.

Ia menambahkan bahwa penyediaan fasilitas daycare sangat krusial untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan standar hidup pekerja dan, pada akhirnya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara keseluruhan.

0 Komentar