KONFEDERASI Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI tak hanya menggelar aksi Hari Buruh Internasional di Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2026. Ketua Umum Konfederasi KASBI Sunarno mengatakan setidaknya ada 18 daerah yang menjadi titik aksi May Day tahun ini.
Daerah tersebut di antaranya Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Semarang, Surabaya, Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir. Konfederasi KASBI juga melakukan aksi peringatan Hari Buruh Internasional di wilayah timur Indonesia, seperti di Sambas, Kutai Timur, Berau, Bulungan, Makassar, Morowali, Gorontalo, dan Halmahera Tengah.
Dalam peringatan May Day 2026 di Jakarta, Konfederasi KASBItergabung dalam aliansi bernama Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak. Mereka bakal melakukan aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada Jumat siang, 1 Mei 2026.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Dia mengatakan menolak bergabung dalam peringatan Hari Buruh Internasional di area Monumen Nasional, Jakarta yang bersifat perayaan semata. “Kondisi perburuhan secara riil masih sangat memprihatikan,” kata dia saat dihubungi pada Kamis, 30 April 2026.
Menurut dia, seharusnya para serikat pekerja tetap menjadi independensinya di tengah upaya kooptasi dari kekuasaan dalam peringatan May Day tahun ini. Sebab, kata dia, gerakan buruh yang tidak mandiri dan tunduk pada kepentingan kekuasaan politik justru akan merugikan buruh itu sendiri.
“May Day menjadi momentum perlawanan terhadap ketidakadilan, bukan hanya sekadar parade seremonial yang jauh dari kondisi obyektif kehidupan kaum buruh Indonesia saat ini,” ucap Sunarno.
Dalam aksi May Day 2026, Konfederasi KASBI bersama Aliansi Gebrak bakal menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak negara agar segera mewujudkan Undang-undang Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh.
Tuntutan kedua, mereformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah. Aliansi meminta agar para pekerja buruh mendapat upah layak secara nasional yang adil dan bermartabat.
Kemudian poin tuntutan lainnya seperti terjaminnya kepastian kerja, penghapusan sistem outsourcing serta kerja kontrak, meratifikasi Konvensi ILO 188 dan Konvensi ILO 190, menuntut negara untuk memberi kesejahteraan kepada tenaga pendidik hingga pekerja kesehatan, menghentikan pemutusan hubungan kerja massal, mewujudkan pendidikan serta kesehatan gratis, serta menegakkan supremasi sipil.
