Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Ditikam, Polisi Dalami Motif 2 Pelaku di Balik Aksi Penikaman

Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara. (IST)
Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara. (IST)
0 Komentar

POLISI masih mendalami motif di balik aksi penikaman yang menewaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Polisi telah menangkap dua pelaku aksi penikaman tersebut masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini keduanya tengah diperiksa secara intensif di Sat Reskrim Polres Malra.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi dalam keterangannya, Minggun(19/4).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Rositah menyebut Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto telah memerintahkan jajaran Polres Maluku Tenggara untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan dan tuntas.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tutur dia.

Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Maluku, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun.

Insiden tersebut terjadi di area bandara yang berada di Kecamatan Kei Kecil pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Saat kejadian, Nus Kei baru saja tiba setelah melakukan penerbangan dari Jakarta.

“Terjadinya tindak pidana penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei,” kata Rositah.

Rositah menyebut saat kejadian, pelaku secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ujarnya.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

“Sempat dirawat di RS, namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami,” pungkasnya.

0 Komentar