Sampul Majalah Italia L'Espresso Jadi Sorotan Saat Ungkap Perilaku Tentara Israel di Tepi Barat

Sampul majalah Italia
Sampul majalah Italia
0 Komentar

Foto tersebut disertai teks yang merangkum rangkaian eskalasi, yang berbunyi:

“Penjajahan Tepi Barat dilakukan dengan bantuan tentara yang bekerja sama dengan para pemukim. Gaza dihancurkan. Perluasan wilayah dilakukan di Lebanon. Perbatasan di Suriah dilanggar. Iran diperangi. Tindakan pembersihan etnis dan pembantaian dilakukan. Begitulah cara sayap kanan Zionis membentuk Israel Raya.”

Sampul majalah tersebut memicu kemarahan besar di kalangan Israel, sehingga Duta Besar Israel untuk Roma, Jonathan Peled, segera mengecamnya.

Hal itu dengan alasan bahwa foto tersebut mendistorsi realitas yang kompleks dan memicu kebencian.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Jurnalis Israel Barak Ravid ikut campur dalam krisis ini, meragukan keaslian foto tersebut melalui platform X, sambil bertanya: “Foto ini tidak asli? Ini buatan kecerdasan buatan?”

Video membungkam para penganut teori konspirasi

Menanggapi kampanye keraguan dan tuduhan pemalsuan foto sampul, majalah “L’Espresso” menerbitkan video yang mendokumentasikan momen persis saat foto tersebut diambil.

Video tersebut memperlihatkan pemukim mendekati seorang wanita Palestina dan memotretnya dengan ponselnya, sementara wanita tersebut berjalan di sampingnya dengan raut wajah lelah.

Majalah tersebut menganggap video tersebut sebagai bukti tak terbantahkan yang membantah tuduhan manipulasi.

Media ini juga mengecam perilaku pemukim dan senyum sinisnya yang merupakan penghinaan jelas terhadap penderitaan rakyat Palestina dan pelanggaran terang-terangan terhadap norma-norma kemanusiaan.

Untuk mengakhiri perdebatan ini, fotografer Italia Pietro Mastoruzzo, yang mengambil foto tersebut, mengunggah video yang sama melalui akun Instagram-nya dan berkata:

“Banyak yang bertanya apakah foto ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan… Baiklah, tidak, foto yang menjadi perdebatan ini bukanlah hasil kecerdasan buatan.”

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Mastoruzzo menjelaskan bahwa pemandangan tersebut diambil di Desa Idna, sebelah barat kota Hebron di Tepi Barat selatan, pada hari pertama musim panen zaitun yang seharusnya menjadi hari perayaan bagi para petani.

Sementara itu, terkait reaksi publik di media sosial, kemunculan tentara tersebut memicu gelombang kemarahan dan kecaman di kalangan jurnalis dan blogger.

Seorang peneliti di bidang hak asasi manusia bahkan mempertanyakan apakah ada satu pun rekaman video yang tidak menampilkan sosok tersebut dalam sikap yang menghina dan otoriter.

0 Komentar