Donald Trump Buka Suara Soal Kematian Misterius dan Hilangnya Ilmuwan Nuklir dan Luar Angkasa

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Tangkapan layar)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Tangkapan layar)
0 Komentar

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penyelidikan atas serangkaian kematian dan hilangnya secara misterius sejumlah ilmuwan yang memiliki akses terhadap program strategis, termasuk riset nuklir dan luar angkasa.

Trump menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Kamis (waktu setempat), seraya menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah. “Saya baru saja keluar dari pertemuan mengenai hal ini. Ini adalah hal yang cukup serius,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kejadian tersebut bersifat acak. Namun demikian, Trump menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara intensif dalam waktu dekat. “Saya harap ini acak, tetapi kita akan mengetahuinya dalam satu setengah minggu ke depan. Beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting, dan kita akan menelitinya dalam waktu singkat,” kata dia, sebagaimana diberitakan RT.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Sejak 2023, setidaknya sepuluh individu yang terlibat dalam penelitian tingkat lanjut dilaporkan meninggal dunia atau menghilang dalam kondisi yang belum terjelaskan. Kasus-kasus tersebut memicu beragam spekulasi di ruang publik, mulai dari dugaan spionase asing hingga isu sensitif terkait penelitian rahasia.

Salah satu kasus adalah hilangnya Steven Garcia (48 tahun), kontraktor pemerintah di Kampus Keamanan Nasional Kansas City yang memproduksi sebagian besar komponen non-nuklir senjata nuklir AS. Ia dilaporkan menghilang dari rumahnya di Albuquerque pada Agustus 2025, dengan meninggalkan barang-barang pribadi seperti telepon, dompet, dan kunci.

Kasus lain menimpa pensiunan Mayor Jenderal William McCasland (68), mantan komandan Laboratorium Penelitian Angkatan Udara di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson. Ia dilaporkan menghilang dari kediamannya di New Mexico pada Februari 2026. Dalam laporan darurat, istrinya menyebut McCasland “berencana untuk tidak ditemukan”.

Selain itu, dua individu yang terkait dengan Laboratorium Nasional Los Alamos, yakni Anthony Chavez dan Melissa Casias, juga dilaporkan menghilang pada 2025 setelah meninggalkan rumah mereka tanpa membawa barang-barang pribadi.

Di sektor antariksa, Monica Jacinto Reza (60), seorang direktur diJet Propulsion Laboratory NASA, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di California pada Juni 2025.

Sementara itu, dua ilmuwan lain dilaporkan meninggal dunia tanpa penjelasan rinci mengenai penyebabnya, yakni Frank Maiwald dan Michael Hicks. Tidak ada dugaan tindak kejahatan dalam kedua kasus tersebut, dan penyebab kematian belum diumumkan kepada publik.

0 Komentar