S&P Global Ratings Berikan Peringkat Surat Utang Indonesia Paling Rentan di Kawasan Asia Tenggara

Foto: AFP/ALASTAIR PIKE
Foto: AFP/ALASTAIR PIKE
0 Komentar

Dalam skenario dasar, S&P memperkirakan intensitas konflik terkait Iran akan mencapai puncaknya, dan potensi penutupan efektif Selat Hormuz akan mereda pada April ini. Namun, gangguan di pasar energi global diperkirakan masih berlanjut selama beberapa bulan ke depan akibat kerusakan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

S&P memperkirakan harga minyak mentah jenis Brent rata-rata akan berada di level US$85 per barel hingga sisa tahun 2026. Kondisi ini berpotensi memberi tekanan berkepanjangan bagi negara-negara importir energi, termasuk Indonesia.

Rasa-rasanya, peringatan S&P Global Ratings perlu mendapat atensi yang serius dri pemerintah. Karena sangat memengaruhi nasib rating surat utang Indonesia. Dan, tentu saja berdampak kepada nilai tukar. Apalagi saat ini, rupiah sudah ambruk hingga ke level Rp17.100-an per dolar AS.

0 Komentar