BMKG Bantah Isu Terjadinya Fenomena El Nino Godzilla 2026

BMKG Bantah Isu Terjadinya Fenomena El Nino Godzilla 2026
0 Komentar

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara tegas membantah isu akan terjadinya fenomena “El Nino Godzilla” atau super El Nino pada tahun 2026. Berdasarkan pantauan data atmosfer terbaru, kondisi iklim Indonesia diprediksi masih berada pada fase aman hingga pertengahan tahun.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengungkapkan bahwa hingga semester pertama 2026, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) masih bertahan di fase netral. Namun, ia memberikan catatan khusus untuk paruh kedua tahun ini.

“Memasuki semester kedua, ENSO berpotensi menuju El Nino lemah atau bahkan moderat dengan peluang sekitar 55 persen, terutama mulai periode Juni hingga Agustus,” ujar Teguh dilansir dari Antara, Selasa (14/4).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Teguh meluruskan bahwa istilah “Godzilla” yang merujuk pada anomali suhu permukaan laut di atas 2 derajat Celcius bukanlah terminologi resmi BMKG. Istilah tersebut merupakan sebutan populer untuk menggambarkan El Nino ekstrem seperti yang pernah melanda dunia pada 1997 dan 2015.

“BMKG tidak pernah merilis istilah El Nino Godzilla. Itu hanya istilah publik untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat. Kami pastikan pada 2026 tidak terdapat indikasi menuju super El Nino,” tegasnya.

Meski ancaman super El Nino nihil, BMKG memperingatkan bahwa El Nino kategori lemah tetap membawa risiko nyata bagi Indonesia. Dampak utamanya adalah penurunan curah hujan yang dapat memicu kekeringan di sejumlah wilayah, terutama jika suhu perairan di Indonesia mendingin.

Sebaliknya, jika suhu perairan tetap hangat, dampak El Nino lemah mungkin tidak akan terasa signifikan. Saat ini, kekuatan El Nino diukur melalui anomali suhu di wilayah Nino 3,4, di mana kategori lemah berada pada kisaran 0,5-0,9 derajat Celcius.

Masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu yang berlebihan namun tetap melakukan langkah antisipasi dini terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan. BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui data perkembangan ENSO secara berkala sebagai panduan mitigasi bagi publik.

0 Komentar