Iran Ingatkan Uni Emirat Aran Soal Kemungkinan Adanya Serangan ke Lokasi Aktivitas Pasukan Amerika Serikat

Asap mengepul setelah puing-puing dari drone Iran yang dicegat menghantam fasilitas minyak, menurut pihak berw
Asap mengepul setelah puing-puing dari drone Iran yang dicegat menghantam fasilitas minyak, menurut pihak berwenang, di Fujairah, Uni Emirat Arab, Sabtu, 14 Maret 2026. (AP/ALTAF QADRI)
0 Komentar

IRAN memperingatkan Uni Emirat Arab (UEA) terkait kemungkinan adanya serangan ke lokasi yang terkait dengan aktivitas pasukan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan Teheran usai melakukan serangan drone ke pusat energi utama UEA pada Sabtu (14/3/2025)

Teheran mengeklaim target di UEA tersebut telah dipakai AS untuk melakukan serangan terhadap negaranya. AS dituduh menggunakan “pelabuhan, dermaga, dan tempat persembunyian” di UEA dalam melancarkan aksi ke Pulau Kharg. Pulau ini telah menjadi tempat bagi Iran dalam menangani sekitar 90 persen ekspor minyaknya.

Serangan udara AS ke Pulau Kharg berlangsung pada Jumat (13/3/2026) malam dengan yang menyasar 90 target militer Iran. Militer AS mengeklaim serangan ini telah menghancurkan fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan beberapa situs militer lainnya.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

“Pasukan AS berhasil menyerang lebih dari 90 target militer Iran di Pulau Kharg, sambil tetap menjaga infrastruktur minyak,” kata CENTCOM] dikutip Al Arabiya, Sabtu (14/3/2026).

Atas ancaman itu, Teheran juga mendesak warga yang ada di daerah sekitar pelabuhan atau dermaga untuk melakukan evakuasi. Ada kemungkinan Iran akan melakukan serangan dalam beberapa jam selanjutnya.

Seturut Middle East Eye, lokasi sasaran serang Iran termasuk Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, Pelabuhan Khalifa di Abu dhabi, dan pelabuhan di Fujairah.

Ketiga pelabuhan ini cukup vital keberadaannya. Pelabuhan Jebel Ali menjadi pelabuhan tersibuk di Timur Tengah saat ini. Adapun Pelabuhan Khalifa dan Pelabuhan Fujairah sebagai pusat penyimpanan serta ekspor minyak utama UEA.

Peringatan Iran ini memunculkan kekhawatiran besar bagi UAE. Ketiga tempat tersebut memainkan peran sentral dalam perdagangan global dan rantai pasokan energi. Perekonomian UEA akan terpengaruh jika sampai terjadi serangan.

Menteri Kerja Sama Internasional UEA, Reem Al Hashimy, mengatakan bahwa Iran telah mengambil jalan yang irasional saat berperang dengan AS. Iran dianggap menyerang orang-orang “yang menyerukan agar perang ini tidak pernah dimulai”.

“Kami telah menanggung sebagian besar dampak serangan rudal dan pesawat tak berawak, dan sungguh mengejutkan bagi kami bahwa Iran telah mengambil jalan yang tidak rasional untuk melawan negara-negara Teluk dan bertindak dengan cara yang melanggar hukum dan tidak dapat diterima,” kata Al Hashimy dikutip ABC, Minggu (15/3/2025).

0 Komentar