PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump bocorkan pesan pribadi Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui sosial media Truth. Dalam pesan itu, Macron menyinggung tentang Greenland. Apa saja isi pesan lengkapnya?
Bocoran pesan itu diunggah Trump melalui sosial media Truth pada Selasa (20/1/2026). Dalam unggahan, Trump tak banyak menjelaskan apa-apa, ia hanya mengunggah tangkapan layar dari pesan Macron kepada dirinya.
“Pesan dari Presiden Emmanuel Macron, dari Prancis,” tulis Trump.
Pesan ini dibocorkan Trump di tengah hubungan AS dan Eropa yang renggang beberapa waktu belakangan ini. Keinginan Trump untuk mencaplok Greenland tak disetujui sejumlah negara Eropa, meninggikan tensi di antara anggota NATO.
Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv
Sementara itu, belakangan, Trump mengancam pengenaan tarif impor anggur Prancis sebesar 200 persen. Tarif ini diutarakan Trump usai Prancis menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian yang Trump bikin.
Belakangan, seiring dengan ancaman tarif Trump kepada negara yang menolak Greenland jadi wilayah AS, Prancis jadi salah satu yang paling gencar mendorong penerapan Instrumen Anti-Pemaksaan Uni Eropa ke AS.
Akan tetapi, dalam pesan yang dibocorkan Trump pada Selasa, Macron tampak sedang bernegosiasi dengan halus. Macron memulai pesannya itu dengan menyebut Trump sebagai “temanku”.
Setelah itu, Macron menyinggung Greenland kepada Trump. Seturut Le Monde, Presiden Prancis mengisyaratkan bahwa keinginan Trump terhadap Greenland sulit ia pahami.
“Kita sepenuhnya sejalan mengenai Suriah. Kita bisa melakukan hal-hal besar mengenai Iran. Saya tidak mengerti apa yang sedang Anda lakukan mengenai Greenland,” tulis Macron.
Usai menyatakan hal tersebut, Macron lalu menyatakan bahwa ia bisa mengatur pertemuan G7 pada Kamis sore. Ia sebut pertemuan itu dapat sebagai perantara dialog AS dan negara-negara lainnya di sela-selanya.
“Saya bisa mengatur pertemuan G7 setelah Davos di Paris pada Kamis sore. Saya bisa mengundang orang-orang Ukraina, orang-orang Denmark, orang-orang Suriah, dan orang-orang Rusia di sela-selanya,” tulis Macron.
Baca Juga:Kelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh SentralTokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Jika usulan pertemuan G7 itu diterima, Presiden Prancis itu juga mengajak Trump untuk melakukan makan malam.
“Mari kita makan malam bersama di Paris bersama-sama pada hari Kamis sebelum Anda kembali ke AS,” tulisnya.
