Kak Seto Tanggapi Perihal Tudingan Abaikan Laporan Aurelie Moeremans Tahun 2010

Kak Seto (IST)
Kak Seto (IST)
0 Komentar

SETO Mulyadi atau Kak Seto turut menjadi perbincangan menyusul viralnya kisah Aurelie Moeremans dalam memoar Broken Strings. Pemerhati anak tersebut dituding mengabaikan laporan Aurelie ketika masih remaja dan menjalin hubungan dengan pria dewasa. Kak Seto dalam pernyataannya menegaskan mengecam segala bentuk manipulasi dan praktik child grooming.

Pernyataan Kak Seto itu disampaikan melalui unggahan Instagram, dilihat pada Kamis (15/1/2026). Ia menanggapi perihal tudingan yang menyebutkan tidak memedulikan aduan Aurelie dan keluarga tentang child grooming.

Diketahui ayah Aurelie, Jean Marc Moeremans, mengaku pernah mengajukan laporan ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) terkait pria yang diduga menimbulkan masalah dalam kehidupan Aurelie. Ia berharap Komnas PA dapat mengintervensi pihak tersebut. Saat itu, Komnas PA masih dipimpin oleh Seto Mulyadi.

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Dalam pernyataan terbarunya, Kak Seto memohon kepada publik untuk dapat menyikapi kasus ini dengan lebih bijak dan tidak menggulirkan tudingan tanpa fakta.

“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” jelasnya.

Kak Seto menilai peristiwa traumatis pada masa lalu dapat menjadi pembelajaran bukan hanya bagi korban dan pelaku, tetapi juga bagi semua pihak. Namun, ia berharap kejadian tersebut tidak menjadi ajang saling menyalahkan dan menyerang secara personal.

“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya. Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” lanjut Kak Seto.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, perlindungan anak di Indonesia masih menghadapi tantangan yang besar. Banyak pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia juga menegaskan sikapnya terhadap kasus child grooming.

“Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming. Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa,” lanjutnya.

0 Komentar