Kim Jong Un Ganti 3 Pejabat Senior Pengamanan Pribadinya, Pemimpin Korut Ini Gelisah Langkah Nekat Trump

Kim Jong Un (Ist)
Kim Jong Un (Ist)
0 Komentar

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un telah mengganti tiga pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengamanan pribadinya.

Hal itu diungkap oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Selasa (13/1). Kabar Kegelisahan Kim Jong Un soal pengamanannya ini muncul di tengah kekhawatiran sejumlah negara musuh Amerika Serikat terkait langkah nekat Presiden Donald Trump yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro di negaranya sendiri.

Kementerian Korsel yang menangani hubungan Seoul-Pyongyang itu juga menuturkan perombakan ini berlangsung kala Kim Jong Un semakin khawatir terhadap kemungkinan upaya pembunuhan dirinya.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel AvivKelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh Sentral

Dikutip AFP, Kementerian Unifikasi menyebutkan Kim Jong Un memecat dan mengganti pimpinan tiga lembaga negara yang mengelola keamanannya. Perombakan tersebut terdeteksi saat parade militer pada Oktober lalu.

Perubahan khususnya terjadi pada pimpinan Komando Pengawal yang bertugas menangani langkah-langkah keamanan terhadap ancaman drone atau serangan elektronik.

Pergantian pimpinan lembaga ini kemungkinan terkait dengan keputusan Kim Jong Un mengirim pasukan Korut untuk membantu Rusia dalam perang di Ukraina.

“Perubahan pola pengamanan Kim Jong Un terdeteksi sejak Oktober 2024, ketika ia mengerahkan pasukan Korea Utara ke Rusia,” ujar Hong Min, analis di Korea Institute for National Unification, kepada AFP.

“Ia mungkin menilai ada potensi upaya pembunuhan yang melibatkan pihak Ukraina, seiring meningkatnya sorotan internasional akibat pengerahan pasukan tersebut,” tambahnya.

Selain itu, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS awal bulan ini juga diyakini meningkatkan kekhawatiran keamanan di Pyongyang.

Menurut Hong Min, operasi tersebut dipandang sebagai skenario terburuk bagi kepemimpinan Korea Utara yang sejak lama khawatir terhadap apa yang mereka sebut sebagai “serangan pemenggalan kepala”.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Korut bahkan kerap menuduh AS berupaya menyingkirkan rezim Kim Jong Un dari kekuasaan.

Sebelumnya, badan intelijen Korsel mengatakan Kim Jong Un telah meningkatkan tingkat pengamanan di sekelilingnya karena risiko percobaan pembunuhan.

Menurut badan tersebut, kantor Kim Jong Un berupaya memperoleh peralatan pengacau komunikasi serta perangkat pendeteksi drone sebagai respons atas ancaman tersebut.

Dalam setahun terakhir, Kim Jong Un kerap terlihat didampingi putrinya, Ju Ae, dalam berbagai agenda resmi, termasuk saat meninjau kapal selam bertenaga nuklir.

0 Komentar