AGAR pertumbuhan ekonomi pada 2026 bisa berada di rentang 5,2 persen hingga 5,8 persen, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut syarat yang cukup berat.
Yakni, investasi harus tembus Rp7.500 triliun. Tahun ini saja, investasi ditargetkan bisa Rp1.905 triliun.
Itulah sebabnya, Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan maksimal 5,8 persen.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Sementara Fraksi Partai Gerindra dan PKB di DPR, mematok target pertumbuhan lebih ambisius. Masing-masing di level 6,3 persen dan 6 persen.
“Kami menghargai pandangan lebih optimistis dari Fraksi Gerindra dan PKB yang menginginkan agar batas atas pertumbuhan ekonomi mencapai 6,3 persen dan 6 persen. Mempertimbangkan agar arah pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, semakin mudah diraih,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Hanya saja, Sri Mulyani menyebut, untuk meraih pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen ketika ketidakpastian ekonomi global sarat ketidakpastian, sangatlah sulit.
“Upaya mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, masih harus menghadapi berbagai tantangan yang harus kita atasi bersama,” tambah Sri Mulyani.
Untuk meraih pertumbuhan di atas 6 persen. lanjutnya, perlu ditopang konsumsi rumah tangga berada di level 5,5 persen. Artinya, pemerintah harus mampu menciptakan lapangan kerja, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat.
“Konsumsi rumah tangga menjelaskan 55 persen dari PDB nasional. Daya beli masyarakat harus dijaga, inflasi rendah, kesempatan kerja yang tinggi dengan berbagai intervensi baik di bidang pangan dan energi. Semuanya demi menjaga daya beli,” ucap Sri Mulyani.
Untuk mewujudkan pertumbuhan di kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen saja, lanjut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, investasi harus tumbuh minimal 5,9 persen.
Baca Juga:Sekjen DPR Sebut Terima Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran: Kami Teruskan ke PimpinanKetua Koperasi Al- Azariyah dan Pengawas Operasional Tersangka Insiden Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda
Selama ini, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia, acapkali tak ‘seindah’ harapan. Selama empat tahun terakhir, investasi hanya tumbuh 2,1 persen. “Kita mau (ekonomi) tumbuh di atas 5,2 bahkan 5,8 persen, investasi harus tumbuh mendekati 6 persen. Butuh kerja keras,” ungkapnya
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak mungkin tercapai, tanpa investasi yang meroket signifikan. Jika ekonomi dipaksa tumbuh 6 persen, maka investasi masuk ke Indonesia minimal mencapai Rp7.500 triliun.