Pasang Surut Hubungan Donald Trump-Elon Musk, Kini Hangat di Sosial Media

Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk (kanan) berbincang sebelum meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan m
Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk (kanan) berbincang sebelum meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan menuju rumahnya di Florida Selatan di Mar-a-Lago, Florida, pada 14 Maret 2025. (AFP)
0 Komentar

Musk tampak begitu kuat sehingga beberapa Demokrat menyindirnya sebagai “Presiden Elon”. Di satu wawancara yang disiarkan Fox News pada bulan Februari, presiden AS dan penasihatnya saat itu muncul berdampingan dan saling memuji.

“Dia menyelesaikannya. Dia seorang pemimpin,” kata Trump tentang Musk. “Saya mencintai presiden. Saya hanya ingin memperjelas hal itu,” kata Musk tentang Trump.

Musk, yang berasal dari Afrika Selatan, mulai mendukung pandangan sayap kanan selama beberapa tahun terakhir. Musk kemudian membeli platform media sosial Twitter, sekarang X, pada tahun 2022. Ini jadi momentum perubahan sikap politik Elon kepada pemerintahan Demokrat.

Baca Juga:Sekjen DPR Sebut Terima Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran: Kami Teruskan ke PimpinanKetua Koperasi Al- Azariyah dan Pengawas Operasional Tersangka Insiden Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda

Dia menggunakan X untuk mengecam migrasi tidak teratur dan upaya yang dia yakini bertujuan untuk mengawasi kebebasan berbicara, terutama yang berkaitan dengan politik identitas dan pandemi COVID-19.

Pada Juli 2022, Musk memposting bahwa Trump menjadi “terlalu tua untuk menjadi kepala eksekutif apa pun”, apalagi presiden. Dia juga awalnya mendukung saingan Republik Trump dalam pemilihan presiden 2024, Ron DeSantis, bahkan menjadi tuan rumah peluncuran kampanye gubernur Florida di X.

Tetapi upaya pembunuhan yang gagal terhadap Trump memperkuat pergeseran dukungan Musk. Pada Juli 2024, Musk mengumumkan dia akan “sepenuhnya mendukung” Republik.

Salah satu klise dalam politik adalah bahwa tidak ada musuh abadi atau sekutu abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Inilah yang terjadi pada Elon dan Trump. Trump, yang memiliki sejarah memecat penasihat dan menyangkal mantan teman-teman. Konflik Trump – Musk hanyalah mengulang pola serupa di pemerintahan Trump.

Beberapa bulan lalu, mulai kencang desas-desus di ingkaran dalam presiden terkait cekcok keduanya. Pada April, Musk mengumumkan bahwa dia akan menghabiskan lebih sedikit waktu di DOGE. Kemunculan Elon di media mulai terbatas. Miliarder itu tidak lagi mendominasi berita utama dan jarang muncul di Oval Office.

Akhir Mei, Musk mengkritik proposal pajak dan anggaran yang didukung Gedung Putih, yang dikenal sebagai Undang-Undang Undang-Undang One Big Beautiful Bill. “Saya, seperti, kecewa melihat RUU anggaran besar-besaran, terus terang, yang meningkatkan defisit anggaran, bukan menguranginya, dan merusak pekerjaan yang dilakukan tim DOGE,” kata Musk kepada program TV CBS beberapa waktu lalu.

0 Komentar