Penyembelihan Sapi Merah Doktrin Yahudi Robohkan Al Aqsa Jatuh 10 April 2024, Berbarengan dengan Lebaran?

Orang Yahudi menonton sapi merah yang ditempatkan di Shilo, sebuah permukiman ilegal Israel di dekat kota Nabl
Orang Yahudi menonton sapi merah yang ditempatkan di Shilo, sebuah permukiman ilegal Israel di dekat kota Nablus, Palestina. (MEE/Dalton)
0 Komentar

Yakni tiga hari sekali setelah mereka bersentuhan dengan mayat tersebut, dan yang kedua tujuh hari setelah mereka kontak dengan mayat.

Kitab Taurat menceritakan bahwa seekor lembu merah dibawa ke Imam Elazar, putra Harun, dan diolah untuk dijadikan abu untuk ritual tersebut. Menurut Talmud, abu tersebut digunakan sejak saat itu hingga akhir periode Kuil Pertama. Selama periode Kuil Kedua, lima hingga tujuh sapi dara merah lainnya dibakar untuk dijadikan abu. 

Maimonides menulis dalam ringkasan hukum Yahudi, Mishneh Torah (Laws of the Red Heifer, 3:4), bahwa sapi merah berikutnya akan dibawa oleh Mesias.

Baca Juga:Yayasan Konsumen Muslim Indonesia Rilis Sejumlah Nama Perusahaan dengan Produk Terbukti Terafiliasi Israel, Begini Tanggapan Wasekjen MUIPernyataan Lengkap Princess of Wales, Kate Middleton: Bagi Siapa pun yang Menghadapi Penyakit ini, Mohon Jangan Putus Asa

Di zaman modern, semua orang Yahudi termasuk kohanim (pendeta/ imam Yahudi) dianggap najis karena kotoran yang ditimbulkan oleh mayat. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari di zaman modern status ini tidak mempunyai banyak dampak praktis, mereka yang najis dengan jenis kenajisan ini dilarang memasuki kuil. 

Kohanim (imam Yahudi) yang tidak suci dengan jenis kotoran (najis) ini dilarang melakukan pelayanan yang diperlukan di Kuil.

Imam Yahudi itu perlu disucikan dengan abu sapi merah sebelum dapat melayani lagi, sehingga pembuatan abu tersebut merupakan persyaratan yang diperlukan untuk segala upaya, untuk membangun kembali kuil suci Yahudi ketiga di Yerusalem.

Satu pengecualian adalah pengorbanan Pascal, yang dapat dipersembahkan bahkan oleh mereka yang najis dengan najis dari mayat, selama mayoritas orang Yahudi najis dengan jenis-najis ini. (*)

0 Komentar