Invasi Majapahit ke Tatar Sunda Ternyata Berlangsung di Brebes

Invasi Majapahit ke Tatar Sunda Ternyata Berlangsung di Brebes
Ilustrasi http://mapgeo.id:8826/
0 Komentar

Berdasarkan kandungan sebagian isi Kidung Sunda sebagaimana cuplikan yang telah diuraikan, maka kesimpulannya adalah (1) Majaphit-Sunda pernah berperang sebelum tragedi Bubat (Invasi Majapahit) (2) Wilayah perang di pegunungan (bukit), (3) Tentara Sunda yang memburu tentara Majapahit adalah orang Jipang (4) Invasi Majapahit dipimpin oleh panglima (Mantri) Les dan Baleteng (5) Majapahit kalah.

Orang Jipang yang dimaksudkan dalam Kidung Sunda sepertinya merujuk pada orang-orang Sunda yang berasal dari Desa Jipang, desa ini sekarang terletak di Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Desa Jipang yang masuk wilayah Kec Bantarkawung, secara geografis berbatasan dengan Desa Sindangwangi, Terlaya, Ciomas dan Bantarwaru, yang menjadi menarik adalah wilayah Kec Bantarkawung termasuk didalamnya Desa Jipang meskipun letaknya berada di wilayah Kab Brebes, sebagian besar (Mayoritas) masyarakatnya masih mengamalkan dan berbahasa Sunda hingga sekarang.

Baca Juga:Legenda ‘Bung Cikal’ Trusmi di CirebonHirup Udara Bebas, Ini Ucapan Penyesalan Angelina Sondakh Saat Keluar dari Lapas Perempuan Pondok Bambu

Selain itu, desa Terlaya, secara nama apakah mungkin dahulunya bernama Pralaya ? (Kekacuan) jika dahulunya bernama demikian dimungkinkan penamaannya terinspirasi dari Susana invasi yang pernah dilakukan oleh Majapahit, yaitu dalam kondisi kacau.

Tidak sampai situ saja, sebagaimana yang dipahami dari peta dan kondisi geografisnya, bahwa wilayah Kecamatan Bantarkawung terletak di selatan Brebes, adapun ketinggiannya adalah kurang 500 Meter dari permukaan laut, hal ini berarti daerah Bantarkawung adalah daerah perbukitan (Pegunungan kecil). Hal ini cocok dengan apa yang di informasikan oleh Kidung Sunda bahwa peperangan Sunda Vs Majapahit yang mana sebagain tentara Sunda yang terdiri dari orang Jipang itu berlangsung di wilayah pegunungan atau perbukitan. (*)

0 Komentar