Pelaporan itu terdaftar dengan nomor register STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026. Ilma melaporkan Hercules didampingi kuasa hukumnya.
“Bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya. Tindak pidana termasuk, ya, penyanderaan, kemudian penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam. Itu yang pertama,” kata pengacara Ilma, Gufroni, kepada wartawan seusai pelaporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).
Selanjutnya, Gufroni menyebut Ilma turut melaporkan peretasan akun pesan singkat atau WhatsApp-nya. Pelaporan itu terdaftar dengan nomor register STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
“Memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada, apa namanya, operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan. Jadi sudah berupaya untuk, apa namanya, ke pelayanan ya, untuk meminta bantuan untuk supaya bisa dipulihkan handphone-nya dan seterusnya,” katanya.
Perkara Rumah Penulis di Depok Berakhir Damai
Perselisihan penulis buku bernama Ahmad Bahar dengan anggota ormas GRIB Jaya diketahui telah diselesaikan secara kekeluargaan. Rumah Ahmad Bahar di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), sempat didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya.
Rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, pertama kali didatangi anggota GRIB Jaya pada Jumat (15/5). Saat itu anggota GRIB Jaya yang datang ke rumah Ahmad Bahar telah diberi penjelasan.
Perselisihan itu diduga dipicu nomor handphone (HP) Ahmad Bahar dan putrinya yang diretas. Setelah diretas, nomor itu dipakai orang yang tak diketahui untuk mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Hercule, dan istrinya.
Selain itu, beredar juga video-video yang mencatut Ahmad Bahar dan beredar di media sosial (medsos). Video tersebut juga diduga menyinggung pihak Hercules. Anggota GRIB Jaya kemudian datang lagi ke rumah Ahmad Bahar pada Minggu (17/5). Diduga mereka ingin agar Ahmad Bahar memberi penjelasan langsung kepada Hercules terkait dugaan peretasan nomor HP dan penyebaran video-video di medsos.
“HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya dikloning. Sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman,” kata Ahmad Bahar dalam video yang dilihat delik, Selasa (19/5).
