KANTOR jaksa wilayah Washington DC mengajukan sejumlah dakwaan terhadap Cole Thomas Allen, terduga penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner pekan lalu.
Jaksa Amerika Serikat Jeanine Pirro mengungkapkan analisis media terhadap rekaman kamera pengawas hotel dan audio dari dalam ruang acara belum dapat memastikan secara pasti kapan atau apakah Allen melepaskan tembakan.
Namun, analisis audio menunjukkan total enam tembakan terjadi dalam insiden tersebut.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Temuan itu sejalan dengan pernyataan awal aparat penegak hukum yang menyebut Allen melepaskan satu tembakan, sementara seorang petugas yang merespons kejadian menembakkan lima peluru lainnya.
Pirro juga menyatakan rekaman pengawasan tambahan akan dirilis. Ia mengungkapkan sebelum menerobos pos pemeriksaan keamanan, Allen sempat masuk ke sebuah ruangan untuk melepas mantel panjang yang digunakannya guna menyembunyikan senapan.
Dalam rekaman tersebut, seekor anjing K-9 milik aparat penegak hukum bersama pawangnya terlihat memeriksa bagian dalam sebuah pintu yang dimasuki Allen. Anjing itu sempat masuk ke dalam ruangan, meski belum jelas apa yang sebenarnya ditemukan.
“Dia masuk ke ruangan itu untuk melepas mantel panjang yang dikenakannya. Dia mengenakan mantel panjang berwarna gelap karena harus menyembunyikan senapan shotgun Mossberg,” jelasnya dilansir dari BBC.
Pirro mengatakan anjing K-9 tersebut merupakan anjing pendeteksi bom.
Jonathan Wackrow, mantan agen Secret Service Amerika Serikat sekaligus kontributor CNN, menjelaskan anjing tersebut dilatih untuk mendeteksi “bahan peledak berkekuatan tinggi”, tetapi kemungkinan tidak dilatih untuk mengenali bau bubuk dalam peluru senapan.
“Anjing-anjing ini dikerahkan sesuai misi tertentu. Misi dalam kasus ini adalah menemukan bahan peledak berkekuatan tinggi atau perangkat peledak yang dapat membahayakan masyarakat umum atau presiden, bukan untuk mendeteksi amunisi,” ujarnya.
Allen saat ini menghadapi dakwaan awal berupa penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan. Namun, jaksa menyatakan dakwaan masih dapat berkembang seiring proses penyelidikan oleh dewan juri.
Sidang pendahuluan dengan dewan juri dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5/2026).
