Jaksa Tolak Cole Thomas Allen Alami Gangguan Jiwa, Penembakan di Gedung Putih Target: Donald Trump

Sketsa ruang sidang ini menggambarkan Cole Tomas Allen, duduk di tengah, pria California yang ditangkap dalam
Sketsa ruang sidang ini menggambarkan Cole Tomas Allen, duduk di tengah, pria California yang ditangkap dalam insiden penembakan di Washington, Kamis, 30 April 2026. (Dana Verkouteren melalui AP)
0 Komentar

KANTOR jaksa wilayah Washington DC memulai proses pemeriksaan dan pengajuan dakwaan terhadap Cole Tomas Allen, terduga pelaku penembakan dalam acara White House Correspondents’ Dinner pekan lalu.

Jaksa Amerika Serikat Jeanine Pirro mengungkapkan agen Secret Service yang tertembak dalam insiden tersebut terkena proyektil dari senapan milik tersangka.

Pirro menyatakan serpihan peluru dari amunisi buckshot yang ditembakkan menggunakan senapan pompa ditemukan menyatu dengan serat rompi agen tersebut.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Itu secara definitif adalah pelurunya,” kata Pirro dilansir dari BBC.

Meski manifesto yang diduga ditulis Allen tidak secara eksplisit menyebut Presiden Amerika Serikat sebagai target, Pirro menegaskan bukti yang ada menunjukkan presiden merupakan sasaran utama.

Ia menyebut aktivitas Allen sebelum kejadian, termasuk memantau keberadaan presiden dan menanyakan waktu acara, memperkuat indikasi tersebut.

“Ini jelas, presiden adalah target. Bukan hanya manifesto, tetapi juga tindakan yang dilakukan tersangka,” tegas Pirro.

Pirro juga menolak anggapan tersangka mengalami gangguan kejiwaan. “Dia jauh dari tidak waras, dia cerdas. Tidak ada tanda gangguan psikotik,” ujarnya.

Selain itu, Pirro menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari penanganan kasus meski dirinya termasuk pihak yang berpotensi menjadi target.

“Tidak sama sekali. Kemampuan saya menuntut kasus ini tidak ada kaitannya dengan keberadaan saya di lokasi,” katanya.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Plt Jaksa Agung Amerika Serikat menyatakan pemerintah akan menambah dakwaan jika ditemukan bukti baru.

“Ini adalah dakwaan awal dan penyelidikan masih berjalan. Seiring pemerintah memperoleh lebih banyak bukti, dakwaan akan bertambah,” ujarnya.

Analisis media terhadap rekaman kamera pengawas hotel dan audio dari dalam ruang acara belum dapat memastikan secara pasti kapan atau apakah Allen melepaskan tembakan.

Namun, analisis audio menunjukkan total enam tembakan terjadi dalam insiden tersebut.

Temuan itu sejalan dengan pernyataan awal aparat penegak hukum yang menyebut Allen melepaskan satu tembakan, sementara seorang petugas yang merespons kejadian menembakkan lima peluru lainnya.

0 Komentar