Suharyanto mengatakan setiap prajurit akan mendapatkan uang makan dan uang lelah. Pada momen inilah Prabowo mengoreksi istilah uang lelah tersebut.
“Dan para Prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp 165 ribu. Kemudian pergeseran pasukan dari homebase…,” kata Suharyanto.
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah,” kata Prabowo mengoreksi.
“Uang saku, Bapak, siap,” jawab Suharyanto.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Prabowo mengatakan uang tersebut adalah uang semangat. Prabowo menekankan prajurit TNI tak boleh lelah.
“Uang semangat, tidak mengenal lelah,” kata Prabowo.
“Siap, tidak mengenal lelah, siap,” jawab Suharyanto.
Prabowo mengatakan TNI harus berbakti kepada bangsa. Prabowo kemudian meminta Suharyanto melanjutkan pemaparannya.
“Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa. Oke, lanjut,” kata Prabowo.
Suharyanto mengatakan perbaikan jembatan dibiayai oleh BNPB. Dia menyebutkan BNPB bekerja lebih dulu baru melaporkan anggaran yang dikeluarkan dalam penanganan bencana.
“Kemudian, untuk kebutuhan jembatan dan sebagainya, jembatan gantung semuanya dibiayai oleh pemerintah lewat BNPB. Memang mekanismenya BNPB itu bekerja dulu, Bapak, setelah diaudit, nanti yang dikeluarkan itu ditagihkan, begitu, Bapak. Kemudian kami audit BPKP, berapa jumlahnya itu baru dimintakan ke Kementerian Keuangan,” pungkasnya.
