Hingga kini, tidak ada kesimpulan global untuk risiko bunuh diri pada Hari Natal. Angka bunuh diri pada Hari Natal biasanya meningkat di negara-negara Amerika Tengah dan Selatan serta Afrika Selatan. Namun, menurun di negara-negara Amerika Utara dan Eropa.
Angka bunuh diri umumnya sedikit menurun pada hari libur nasional lainnya, meskipun terkadang meningkat saat satu atau dua hari kemudian.
Para penulis studi mengatakan, ikatan keluarga dan sosial yang lebih kuat dapat membantu menjelaskan risiko bunuh diri yang lebih rendah pada sekitar hari libur, tetapi diperlukan lebih banyak studi karena tingkat bunuh diri sangat berbeda di antara negara-negara tersebut.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Risiko Bunuh Diri
Baca Juga:Pernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju WashingtonPendukung Maccabi Tel Aviv Slogan Anti-Arab: Siapa Penyulut Amsterdam Rusuh?
Psikolog klinis dan peneliti pencegahan bunuh diri di Paracelcus Medical University Austria, Martin Ploderl menjelaskan bahwa faktor-faktor, seperti alkohol, isolasi, dan stres kerja juga bisa kurang atau lebih penting di negara tertentu berdasarkan keyakinan agama, waktu hari libur besar, dan harapan seputar keseimbangan kehidupan kerja.
“Kita perlu mencermati lebih dekat faktor-faktor sosial-budaya yang berbeda di berbagai wilayah,” kata Ploderl.
Sebelumnya, ia mengidentifikasi tren serupa di Austria. Hasilnya, ia menemukan bahwa tingkat bunuh diri meningkat pada hari Senin, selama musim semi dan panas, dan setelah hari libur besar.
Namun, tren bunuh diri menurun pada akhir pekan dan Desember, turun ke level terendah pada Natal sebelum mencapai puncaknya pada Hari Tahun Baru.
“Studi baru ini merupakan salah satu yang pertama yang mengambil perspektif global tentang masalah ini,” ujar Ploderl.
Secara keseluruhan, ia mengatakan temuan pada hari kerja mungkin tidak akan terlalu relevan bagi dokter kesehatan mental dan program pencegahan bunuh diri, tetapi memahami hari libur mana yang berisiko lebih tinggi untuk bunuh diri dapat membantu mereka menyesuaikan layanan.
Sementara itu, O’Shea mengatakan hasil tersebut dapat memperkuat argumen untuk menambah staf hotline pencegahan bunuh diri dan sumber daya darurat lainnya pada sekitar periode berisiko tinggi, seperti Hari Tahun Baru.
Baca Juga:Tom Lembong Diperiksa 10 Jam Terkait Surat Kebijakan Impor GulaProfil Erintuah Damanik, Hakim yang Vonis Bebas Ronald Tannur
“Jika kita mengetahui hal ini di tingkat epidemiologi atau populasi, itu berarti kita dapat menyediakan sumber daya untuk menyediakan dukungan yang mungkin dibutuhkan orang,” kata O’Shea.
