Polisi Malaysia Tangkap Pasutri Diduga Pasok Senpi ke Pria Warga Israel Diduga Agen Mossad

Polisi Malaysia Tangkap Pasutri Diduga Pasok Senpi ke Pria Warga Israel Diduga Agen Mossad
Ilustrasi
0 Komentar

KEPOLISIAN Malaysia menangkap pasangan suami-istri yang diduga memasok senjata api ke seorang warga negara Israel yang ditangkap di negara tersebut. Warga Israel berusia 36 tahun, yang dicurigai polisi Malaysia sebagai agen Mossad itu, ditangkap setelah kedapatan membawa enam senjata api.

Seperti dilansir The Star, Sabtu (30/3/2024), dua warga lokal Malaysia yang merupakan pasangan suami-istri berusia 40 tahun dan 42 tahun itu ditangkap di bazar Ramadan di Kuala Selangor pada Jumat (29/3) malam, sekitar pukul 19.15 waktu setempat.

Kedua tersangka itu kemudian mengarahkan polisi ke rumah mereka di area Kuala Selangor, di mana pihak kepolisian menyita sebuah pistol lainnya yang disimpan di dalam sebuah tas selempang.

Baca Juga:Aksi Penyanderaan di Kota Ede, Kepolisian Belanda: Tidak Ada Alasan Mencurigai Adanya ‘Motif Teroris’Hasto PDI-P Mengaku Khilaf Calonkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo di Pilkada 2020

Sejumlah sumber mengatakan tugas utama pasangan itu adalah memasok senjata api dan kebutuhan logistik lainnya kepada pria Israel yang ditangkap.

“Sejauh ini, penyelidikan telah mengungkapkan bahwa kedua tersangka adalah orang-orang yang menjadi tujuan dari tersangka Israel dalam mendapatkan senjata,” sebut sumber yang dikutip The Star.

“Kepolisian sedang menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap apakah mereka telah memberikan bantuan lainnya kepada pria Israel itu,” imbuh sumber tersebut.

Pria Israel yang identitasnya tidak diungkap ke publik tersebut ditangkap oleh tim Kepolisian Diraja Malaysia dan tim Departemen Investigasi Kriminal (CID) Kepolisian Kuala Lumpur di sebuah hotel di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, pada 27 Maret lalu.

Kepolisian Malaysia menyita enam pistol dan 200 butir peluru yang dibawa oleh pria Israel itu saat ditangkap.
Saat diinterogasi polisi, pria Israel itu mengakui dirinya memiliki misi untuk membunuh sesama warga Israel di Malaysia karena perselisihan keluarga. Namun Kepolisian Malaysia tidak mempercayai begitu saja pengakuan pria Israel itu.

Kepolisian Malaysia sedang menyelidiki apakah pria Israel itu merupakan anggota badan intelijen Israel, Mossad, dan memiliki agenda lainnya di negara tersebut.

Disebutkan juga oleh Kepolisian Malaysia bahwa senjata api itu tidak dibawa masuk ke Malaysia, melainkan dibeli saat pria Israel itu sudah berada di dalam negara tersebut. Pembelian senjata-senjata api itu dilakukan dengan menggunakan mata uang kripto.

0 Komentar