PM Anthony Albanese: Pria Prancis Pelaku Penusukan Massal di Mall Sydney Ditawari Jadi Warga Negara Australia

Tangkapan layar video yang beredar di X memperlihatkan seorang pria penyerang mal Sydney pada 13 April 2024. (
Tangkapan layar video yang beredar di X memperlihatkan seorang pria penyerang mal Sydney pada 13 April 2024. (Twitter.com/CNA)
0 Komentar

SEORANG pria warga negara Prancis yang dengan berani menghadapi pelaku penikaman di mall di Bondi, Sydney, pada Sabtu (13/4/2024), dipersilakan untuk tinggal di Australia selama yang dia inginkan. Pernyataan tersebut diungkapkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa (16/4/2024).

Diketahui, aksi pelaku penikaman di mal dekat Pantai Bondi tersebut telah menewaskan 6 orang dan melukai 12 lainnya.

Pelaku diidentifikasi sebagai Joel Cauchi. Ia ditembak oleh Inspektur Polisi Amy Scott, yang menghadapinya sendirian saat mengamuk.

Baca Juga:Analisa Pengamat Transportasi: Kecelakaan Tol Japek KM58 Belum Tentu Penerapan ContraflowKoalisi Masyarakat Sipil Adukan Presiden Jokowi ke Ombudsman Terkait Dugaan Maladministrasi Pilpres 2024

Namun sebelum itu terjadi diketahui, pria Prancis bernama Damien Guerot, terekam dalam video yang beredar secara online tengah berusaha menghentikan Cauchi agar tidak menyakiti lebih banyak orang.

Guerot mengatakan kepada jaringan berita lokal bahwa dia sedang menjalani visa kerja yang akan habis masa berlakunya dalam beberapa bulan. “Saya mengatakan ini kepada Damien Guerot, yang sedang mengurus permohonan visanya, bahwa Anda diterima di sini,” kata Albanese pada konferensi pers, sebagai jawaban atas sikap heroiknya.

“Kamu dipersilakan untuk tinggal selama yang kamu mau,” jelas Albanese.

“Ini adalah seseorang yang kami sambut dengan baik menjadi warga negara Australia, meskipun hal itu tentu saja akan menjadi kerugian bagi Prancis. Kami berterima kasih atas keberaniannya yang luar biasa,” katanya. (*)

0 Komentar