Tabrakan 2 Kereta Api Berkecepatan Tinggi di Wilayah Selatan Spanyol: 21 Tewas

Kecelakaan tragis dua kereta cepat terjadi di dekat Cordoba, Spanyol. Sedikitnya 21 orang tewas dan puluhan la
Kecelakaan tragis dua kereta cepat terjadi di dekat Cordoba, Spanyol. Sedikitnya 21 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. (AFP)
0 Komentar

SEBUAH kecelakaan maut yang melibatkan dua kereta api berkecepatan tinggi terjadi di wilayah selatan Spanyol pada Minggu malam waktu setempat. Otoritas berwenang mengonfirmasi sedikitnya 21 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tragis tersebut.

Kecelakaan terjadi di dekat kota Adamuz, wilayah Cordoba. Menurut keterangan operator jaringan kereta api, Adif, peristiwa bermula ketika sebuah kereta cepat yang sedang menempuh perjalanan dari Malaga menuju Madrid anjlok dan terlempar ke jalur tetangga.

Di saat yang bersamaan, kereta kedua yang melaju dari arah berlawanan, rute Madrid menuju Huelva, juga ikut anjlok dari rel. Akibat tabrakan dan anjloknya kedua rangkaian ini, layanan darurat Andalusia melaporkan setidaknya 25 orang mengalami luka serius, sementara puluhan penumpang lainnya menderita luka ringan.

Kronologi Kejadian

Baca Juga:Alan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan MicheleDokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel Aviv

Berdasarkan data dari Adif, kecelakaan terjadi sekitar 10 menit setelah kereta meninggalkan Malaga pada pukul 18.40 waktu setempat. Iryo, perusahaan kereta api swasta yang mengoperasikan perjalanan dari Malaga, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa terdapat sekitar 300 penumpang di dalam rangkaian tersebut.

Imbas dari kecelakaan hebat ini, seluruh layanan perjalanan kereta api yang menghubungkan Madrid dengan wilayah Andalusia ditangguhkan sementara guna proses evakuasi dan investigasi.

Seorang jurnalis RTVE, Salvador Jimenez, yang secara kebetulan berada di dalam salah satu kereta tersebut, menceritakan momen mencekam saat kecelakaan terjadi.

“Saya berada di gerbong pertama. Ada momen di mana rasanya seperti gempa bumi dan kereta memang telah anjlok. Mereka segera memanggil bantuan dari tenaga kesehatan yang mungkin ada di sana, mengambil palu untuk memecahkan jendela, dan akhirnya mengevakuasi kami,” ujar Jimenez.

Dukungan dari Kerajaan dan PemerintahTragedi ini memicu keprihatinan mendalam dari petinggi negara. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyatakan mereka terus memantau perkembangan bencana ini dengan “keprihatinan besar”.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang meninggal, serta rasa cinta dan harapan kami agar para korban luka segera pulih,” tulis pernyataan resmi pihak Istana Kerajaan melalui media sosial X.

0 Komentar