Babak Baru Sri Mulyani, Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Pengurus Bill & Melinda Gates Foundation

Mantan Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Kementerian Keuangan RI/YouTube)
Mantan Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Kementerian Keuangan RI/YouTube)
0 Komentar

Selain itu, Gates Foundation membidik inklusi keuangan dan pengendalian penyakit endemik. Dengan populasi besar yang memiliki ponsel namun belum tersentuh layanan perbankan (unbanked), Indonesia adalah pasar utama untuk digitalisasi ekonomi UMKM.

Secara paralel, BMGF memanfaatkan Indonesia sebagai lokasi uji klinis teknologi medis terbaru, seperti nyamuk Wolbachia untuk demam berdarah dan pengembangan vaksin TBC generasi terbaru. Bahkan, pada periode 2025/2026, mereka mulai melirik dukungan pada program nutrisi nasional seperti Makan Bergizi Gratis untuk mempelajari korelasi antara asupan pangan dengan kecerdasan anak.

Jika dibandingkan dengan peran Sri Mulyani di Bank Dunia, terlihat pergeseran yang menarik. Di Bank Dunia, ia adalah eksekutif operasional penuh waktu, memimpin ribuan staf dan mengelola pembiayaan miliaran dolar melalui instrumen pinjaman dan kebijakan makro untuk membangun sistem ekonomi negara.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel AvivKelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh Sentral

Di Gates Foundation, perannya bersifat governance dan strategis, dengan fokus pada hibah, inovasi, dan dampak langsung pada manusia—mulai dari akses vaksin, nutrisi, hingga teknologi digital. Jika sebelumnya ia adalah “arsitek” yang memastikan mesin ekonomi negara berjalan, kini ia berperan sebagai “penjaga kompas” yang mengarahkan dana filantropi swasta terbesar di dunia agar tepat sasaran dan berdaya guna.

Transisi ini menjadi semakin menarik karena terjadi bersamaan dengan penunjukannya sebagai World Leaders Fellow di Oxford University pada 2026.

0 Komentar