Babak Baru Sri Mulyani, Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Pengurus Bill & Melinda Gates Foundation

Mantan Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Kementerian Keuangan RI/YouTube)
Mantan Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Kementerian Keuangan RI/YouTube)
0 Komentar

SRI Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan yang mengundurkan diri, secara resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF).

Penunjukan ini diumumkan pada 13 Januari 2026, menandai babak baru dalam perjalanan kariernya setelah puluhan tahun berkecimpung di pemerintahan dan lembaga keuangan internasional.

Gates Foundation dikenal sangat selektif dalam memilih anggota dewan, mengingat peran strategis mereka dalam menentukan arah salah satu lembaga filantropi terbesar di dunia.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Bocor: UEA Dukung Israel Sepanjang Genosida Gaza, Hubungan Strategis Abu Dhabi-Tel AvivKelompok True Crime Community Tumbuh Organik dan Sporadis Tanpa Tokoh Sentral

Rekam jejak global Sri Mulyani menjadi alasan utama keterpilihannya. Pengalamannya sebagai Direktur Pelaksana (COO) Bank Dunia periode 2010–2016 memberinya perspektif luas tentang pembangunan lintas negara, khususnya di negara berkembang.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, secara terbuka menilai bahwa kepiawaian Sri Mulyani dalam merancang kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sangat relevan dengan misi jangka panjang yayasan.

Selain itu, kepemimpinannya di masa krisis menjadi poin penting. Ia tercatat sukses mengawal perekonomian Indonesia melewati krisis keuangan global 2008 serta pandemi COVID-19, dua periode yang menguji ketahanan fiskal dan kapasitas negara secara ekstrem.

Faktor lain yang tak kalah signifikan adalah kolaborasi jangka panjang Sri Mulyani dengan Gates Foundation yang telah terjalin hampir satu dekade, terutama dalam program-program berbasis teknologi untuk mendorong pembangunan inklusif di negara berkembang.

Perjalanan karier Sri Mulyani sendiri mencerminkan konsistensi dan dedikasi sebagai ekonom dan teknokrat kelas dunia. Ia memulai langkahnya sebagai akademisi dan peneliti di Universitas Indonesia serta LPEM UI.

Karier internasionalnya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif IMF (2002–2004), mewakili 12 negara Asia Tenggara. Di dalam negeri, ia mengemban amanah sebagai Kepala Bappenas (2004) dan kemudian Menteri Keuangan (2005–2010) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Puncak kiprah globalnya tercapai saat ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington D.C. (2010–2016). Setelah itu, ia kembali ke Tanah Air dan menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 2016 hingga 2025, melintasi dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan berlanjut pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

0 Komentar