Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein dikenal sebagai pelaku perdagangan seks anak dan pelaku kekerasan seksual terhadap puluhan perempuan di bawah umur. Dia menjalin ‘kemitraan’ dengan sejumlah elite dunia –politikus, selebriti, dan pebisnis– serta mengatur ‘jaringan gelap’ di pulau pribadinya dan berbagai kediaman di AS.
Pada 2019, Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan anak. Namun, kemudian ia ditemukan tewas di penjara dalam dugaan bunuh diri, hanya beberapa minggu setelah dia ditahan. Hingga kini, banyak pihak menduga bahwa kematiannya menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.
‘Epstein files’ atau ‘dokumen Epstein’ merujuk pada kumpulan dokumen hasil investigasi kasus Epstein yang berisi daftar kontak, rekaman penerbangan, log komunikasi, dan data lainnya yang mengaitkan tokoh-tokoh elite dengan kejahatan Epstein.
Baca Juga:Sekjen DPR Sebut Terima Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran: Kami Teruskan ke PimpinanKetua Koperasi Al- Azariyah dan Pengawas Operasional Tersangka Insiden Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda
Departemen Kehakiman AS lalu merilis sebagian isi dokumen yang mencantumkan nama-nama terkenal, termasuk Donald Trump, Bill Clinton, Alec Baldwin, hingga musisi legendaris seperti Mick Jagger dan Courtney Love. Bahkan nama anak dan mantan istri Trump, Ivanka dan Ivana Trump, turut muncul dalam daftar tersebut.
Namun, meskipun daftar nama sudah dirilis sebagian, isi lengkap penyelidikan dan peran masing-masing individu belum pernah dipublikasikan.
Musk menuduh bahwa ini disengaja demi melindungi Trump. Meski demikian, sang presiden belum berkomentar atas tuduhan Musk ini. Namun, panasnya konflik di antara mereka telah menyedot perhatian dunia.
