Jutaan Rakyat Dipaksa Batal Mudik, Ekonomi Ambruk Dipicu Kebijakan Prabowo Ruwet

Heru Subagia, Pengamat Politik dan Ekonomi
Heru Subagia, Pengamat Politik dan Ekonomi
0 Komentar

Perbedaan tren konsumsi ini berkaitan dengan tren deflasi yang berlangsung hingga sekarang, melemahnya nilai tukar, kenaikan harga emas yang tinggi, penurunan IHSG, itu adalah hal-hal yang mengindikasikan indikator ekonomi makro sedang kendor.

Teguran Ke Pemerintah

Apakah kiranya pemerintah sadar jika telah terjadi anomali arus mudik tahun ini?

Begitu juga, para elite politik dan para pembantu presiden paham bahayanya penurunan arus mudik dan pengaruhnya bagi perekonomian nasional?

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

Terakhir, apakah negara juga paham bahwa pihak negara telah mereduksi budaya mudik lebaran?

Stimulus Fiskal Gagal

Momentum mudik Lebaran bukan sekadar tradisi sosial. Mudik selalu melahirkan dampak ekonomi yang signifikan. Geliat ekonomi bergerak dari perkotaan ke daerah.

Ratusan juta pemudik berkontribusi besar bagi pendapatan daerah, milyar rupiah biaya belanja untuk transportasi biaya jalan tol. Mudik lebaran juga menimbulkan kontraksi positif bagi geliat UMKM di daerah, industri pariwisata dan juga perhotelan.

Jika Pemerintah telah memberikan sejumlah stimulus fiskal agar daya beli warga meningkat saat Lebaran, namun ternyata stimulus tersebut tidak bermanfaat bagi pemudik. Menyapa? Paket stimulus tersebut hanya menyasar golongan atas, bukan masyarakat yang saat sedang sekarat secara ekonomi.

Diskon tiket pesawat, diskon tarif tol, pencairan tunjangan hari raya adalah contoh bagi mereka golongan menengah atas sementara penyaluran bansos dilakukan pemerintah bagi masyarakat kecil terpaksa mengalami keterlambatan atau bahkan diputus karena dananya tidak ada.

Gagal Melayani Publik

Stimulus (yang diberikan pemerintah) dari Januari hingga Maret ini menunjukkan bahwa perekonomian, terutama dari sisi konsumsi, sedang tidak baik-baik saja. Negara wajib minta maaf pada rakyat Indonesia yang gagal mudik ke kampung halamannya.

Sementara akibat bantuan langsung tunai gagal atau ditunda pencairannya, jutaan masyarakat Indonesia di perkotaan gagal untuk mudik. Tidak ada lagi pendapatan untuk mobilitas mudik.

Baca Juga:Pasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2Mengenal Plengkung Gading yang Mulai Sistem Satu Arah, Mitos: Ilmu Hitam Seseorang Hilang Saat Melewatinya

Mereka adalah masyarakat perkotaan dan urban yang saat ini sedang jatuh karena korban PHK, dirumahkan karena efisien, dan juga mereka adalah pedagang yang sudah bangkrut berakhir menjadi pengangguran terselubung.

Dalam kondisi ekonomi makro terpuruk ditambah sektor riil berhenti atau mengalami perlambatan yang berdampak sistemik bagi masyarakat luas, namun pemerintah justru gagal fokus menjaga pertumbuhan ekonomi, justru berhenti memberikan stimulus bagi pengusaha dan parahnya sudah gagal untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

0 Komentar