Undang tidak menampik, bahwa memang masih ada beberapa oknum warga sekolah yang melakukan intimidasi. “Tetapi memang masih ada satu dua orang atau guru yang mengajar di kelas masih menyinggung tentang masalah itu, padahal sudah dikasih tahu jangan menyinggung kembali. Oleh karena itu anak-anak harus dirangkul kembali dan motivasi apalagi akan melakukan ujian sekolah,” tutur Undang.
Pihak sekolah juga telah memanggil para guru yang diduga melakukan intimidasi untuk dimintai keterangan.
“Tadi juga kita panggil guru-guru yang ada laporan dari orang tua siswa, dan mereka sudah meminta maaf dan mencabut apa-apa yang terjadi selama ini, dan jangan lagi terjadi seperti itu, dan jika masih ngeyel akan kita laporkan,” pungkas Undang.
153 Siswa Gagal Ikuti SNBP 2024
Baca Juga:Di Balik Tradisi Angpao di Tahun Baru ImlekKasus yang Bikin AKBP Bintoro Terseret Dugaan Pemerasan Nilai Miliaran Rupiah Terhadap Tersangka Pembunuhan
Sebanyak 153 siswa dari SMAN 7 Kota Cirebon dipastikan gagal untuk bisa ikut dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNBP) 2024 seperti yang diungkapkan oleh Wakasek Humas SMAN 7 Undang Ahmad Hidayat.
“Hasil SNBP sampai saat ini sudah dipastikan gagal, karena sudah mendekati proses pengumuman, jadi anak kita yang 153 itu tipis harapannya, tapi yah sebelum ada pengumuman, harapan tetap ada, tetapi sedikit,” tutur Undang, Kamis (13/2/2025).
Meski sudah diberikan waktu perpanjangan, menurut Undang, tidak cukup untuk bisa mendaftarkan para siswa agar bisa ikut SNBP. “Waktu itukan diperpanjang dari jam 7 malam dibuka lagi portal itu sampai jam 4 pagi dan ternyata kami juga belum bisa tembus karena masih terkunci,” tutur Undang.
Undang mengatakan, bagi para siswa yang gagal mengikuti SNBP akan langsung diarahkan untuk mengikuti bimbingan belajar.
“Bagi 153 siswa itu akan dipersiapkan untuk mengikuti UTBK, sehingga selama 3 bulan anak-anak akan dikasih Bimbel dimulai dari Minggu depan, teknisinya selama 12 minggu, 1 minggu full, 2 kali ketemu di kelas, 5 harinya online, ternyata dihitung ada 5 kelas masing-masing kelas 30 siswa,” tutur Undang.
Menurut Undang, hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pihak sekolah kepada para siswa yang gagal ikut SNBP. “Itulah risiko, tanggung jawab sekolah pada siswa supaya ada harapan kedua, semoga siswa lebih intensif untuk terus belajar, rencana hari Senin akan dibicarakan kepada siswa dan orang tua siswa,” pungkas Undang.